Warga Koja Keracunan Rice Box PSI

Pemilik Warung di Koja Minta Maaf atas Kejadian Keracunan Makanan

Pemilik warung, Lidya, meminta maaf kejadian keracunan makanan di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara. Hal itu terkait program Rice Box PSI.

Gerald Leonardo Agustino/ Tribun Jakarta
Rice box PSI yang dibagikan kepada warga RW 06 Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara. 23 warga keracunan setelah mengonsumsi nasi boks tersebut Minggu (24/10/2021) kemarin. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemilik warung, Lidya, meminta maaf kejadian keracunan makanan di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara.

Selama ini ia sudah menjaga agar makanan aman dikonsumsi.

“Saya sudah bekerja sama dalam PSI menyediakan makanan untuk Program Rice Box ini sejak Agustus lalu dan sudah memasak untuk lebih 1.000 kotak nasi untuk rice box. Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ini murni kesalahan saya,” kata Lidya di Jakarta, Senin (25/10/2021).

Lidya berterima kasih kepada PSI karena lewat Program Rice Box telah membantu usaha kulinernya bisa tetap bertahan di pandemi yang sulit ini.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga meminta maaf atas dugaan keracunan makanan tersebut.

Baca juga: Puluhan Warga Koja Keracunan Ricebox PSI, Pemilik Warung Disalahkan

Selain meminta maaf, PSI juga memberikan santunan kepada pada korban dan akan melakukan investigasi.

“Makanan siap saji itu bagian dari program Rice Box PSI yang sudah digelar sejak April 2021. Sampai hari ini sudah dibagikan lebih dari 300 ribu di seluruh Indonesia. Selama ini, sama sekali tidak ada masalah. Kejadian seperti di Kampung Beting itu adalah yang pertama kali,” kata Ketua DPD PSI Jakarta Utara, Darma Utama.

Baca juga: Selidiki Penyebab Keracunan Warga di Koja, Polisi Kirim Sampel Ricebox PSI ke Laboratorium

Program Rice Box PSI melibatkan warung-warung makanan dan UMKM kuliner sebagai penyedia atau pemasok.

“Kami sebelumnya  melakukan survei dulu ke mereka, untuk memastikan standar kesehatan. Semua disurvei tanpa kecuali,” kata Darma.

“Kami telah melakukan  penyelidikan internal supaya kasus seperti ini tidak terulang. Kami tetap berpikir positif bahwa ini murni kelalaian semata tanpa unsur kesengajaan. Kami menunggu proses penyelidikan berlangsung,” katanya.

PSI juga telah memberikan santunan kepada 29 orang yang menjadi korban.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved