Siap-siap! Semua Jenis Transportasi akan Diberlakukan Syarat Tes PCR, Tarif Turun Rp 300 Ribu

Berdasarkan hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan, sekitar 19.9 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan selama libur Nataru.

Istimewa
ILUSTRASI penumpang pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta melakukan tes Covid-19 menggunakan metode PCR sebelum melakukan penerbangan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Setelah pesawat udara, pemerintah berencana menerapkan syarat wajib tes Polymerase Chain Reaction (PCR) ke semua jenis moda transportasi yakni kereta api, transportasi darat, dan angkutan laut. 

Hal itu dilakukan sebagai persiapan untuk mengantisipasi munculnya gelombang ketiga Covid-19, khususnya pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Syarat tes PCR bertujuan untuk menekan mobilitas warga selama libur Nataru.

"Secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru," kata Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).
Luhut pun menjelaskan alasan pemerintah menerapkan syarat tes PCR bagi pengguna moda transportasi udara.

Baca juga: Gegara Syarat Tes PCR, Calon Penumpang Mencak-mencak di Bandara Soekarno-Hatta

Ia mengatakan kebijakan tersebut untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama pada sektor pariwisata.

"Meskipun kasus kita saat ini sudah rendah, belajar dari pengalaman negara lain kita tetap harus memperkuat 3T dan 3M supaya kasus tidak kembali meningkat, terutama menghadapi periode libur Nataru," katanya.

Luhut mengatakan mobilitas masyarakat pada libur Nataru diprediksi akan meningkat.

Baca juga: Simak Kriteria Penumpang yang Bisa Dapat Hasil PCR Dalam Waktu 3 Jam di Bandara Soekarno-Hatta

Berdasarkan hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan, sekitar 19.9 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan selama libur Nataru.

Selain itu, sekitar 4,45 juta penduduk di wilayah Jabodetabek diperkirakan akan melakukan perjalanan selama periode libur Nataru.

"Peningkatan pergerakan penduduk ini, tanpa pengaturan protokol kesehatan yang ketat, akan meningkatkan resiko penyebaran kasus," katanya.

Jokowi Ingin Tarif Tes PCR Turun jadi Rp 300 Ribu

Dalam kesemptan yang sama, Luhut pun mengungkap keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurunkan harga tes virus corona (Covid-19) dengan metode PCR.

Permintaan presiden itu keluar menyusul maraknya kritik atas pemberlakuan tes PCR untuk penumpang pesawat. 

Baca juga: Mulai Hari Ini, Masuk Area Kantor Pemerintah Kota Depok Wajib Scan Aplikasi PeduliLindungi

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan batasan harga bagi tes PCR.

Harga tertinggi untuk tes PCR ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebesar Rp 495.000 untuk pulau Jawa dan Bali serta Rp 525.000 untuk luar pulau Jawa dan Bali.

"Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300.000 dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," ujar Luhut.

Baca juga: Sepekan Terakhir, Covid-19 Masih Memakan Korban Jiwa di Bekasi

Penurunan harga PCR tersebut sebagai lanjutan dari kebijakan pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah mewajibkan penggunaan bukti tes PCR sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri menggunakan pesawat untuk wilayah Jawa, Bali, dan wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved