Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Dinkes DKI Jakarta Awasi Varian Baru Virus Corona

Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mencegah gelombang ketiga penyebaran Covid-19.

Nur Indah Farrah Audina / Tribun Jakarta
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti saat diwawancara awak media di Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021). Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mencegah gelombang ketiga penyebaran Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mencegah gelombang ketiga penyebaran Covid-19.

"Kami terus rapat dan komunikasi antara pusat dan daerah, serta kami juga menggandeng Forkopimda," ucap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Rabu (27/10/2021).

Walau mengaku tak bisa memprediksi datangnya gelomvang ketiga Covid-19, Widyastuti menyebut, pihaknya terus berupaya melakukan langkah antisipasi.

Salah satunya dengan membantu pemerintah pusat menyelidiki varian baru Covid-19 yang masuk ke Indonesia, khususnya ibu kota.

"Bersama pemerintah pusat, ada laboratorium yang berkontribusi membantu. Kami melakukan genome sequencing, kani membantu memeriksa kemungkinan adanya varian baru," ujarnya di Balai Kota.

Baca juga: Akankah PPKM Darurat Berakhir Besok? Simak Dulu Data Corona Selama Sepekan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya memprediksi, gelombang ketiga Covid-19 bisa terjadi pada akhir tahun dan awal 2022 mendatang.

Pasalnya, ada libur panjang Natal dan tahun baru yang biasanya menjadi pemicu lonjakan kasus Covid-19.

Terlebih, pelonggaran aturan terus dilakukan Pemprov DKI menyusul periode Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 yang kini diterapkan.

Baca juga: Pemkot Tangerang Buka Gerai Vaksinasi Covid-19 Jenis Pfizer di Tangcity Mall, Simak Persyaratannya

Untuk itu, politisi senior Gerindra ini memperingatkan masyarakat untuk tidak euforia berlebih.

"Kami ingin jangan sampai kita memasuki akhir tahun dan awal tahun terjadi gelombang ketika. Kita harus belajar dari libur-libur sebelumnya, apabila ada masa libur, di situ potensi penyebaran meningkat," ucapnya, Jumat (22/10/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved