Breaking News:

Cegah Paham Radikalisme di Kampus, UI-PBNU Tanda Tangani Nota Kesepakatan Bersama

Universitas Indonesia (UI) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengadakan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (NKB)

Universitas Indonesia
Rektor UI Ari Kuncoro (kanan) dan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj (kiri) menunjukan Nota Kesepakatan Bersama (NKB) dalam rangka membentuk karakter moral serta pendidikan nilai-nilai kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 bagi generasi muda bangsa. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Universitas Indonesia (UI) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengadakan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (NKB) dalam rangka membentuk karakter moral serta pendidikan nilai-nilai kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bagi generasi muda bangsa.

Penandatanganan NKB ini berlangsung siang tadi, dan bertempat di Aula Gedung IASTH Lantai 5, Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Rektor UI, Ari Kuncoro, mengatakan, dengan adanya NKB ini diharapkan dapat memperkuat internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda.

“Khususnya mahasiswa agar memiliki daya intelektual tinggi dan kecerdasan emosi yang baik, berbudi pekerti luhur, serta memiliki pola pikir, pola sikap, serta pola tindak dengan kepahaman terhadap jati diri ke-Indonesiaan dalam semangat kebangsaan sebagai wujud pengamalan dalam nilai-nilai Pancasila,” kata Ari dalam siara pers yang diterima TribunJakarta, Rabu (27/10/2021).

Ari juga berharap, NKB ini dapat ditindaklanjuti dengan berbagai perjanjian kerjasama sama lainnya yang lebih konkret.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, menuturkan, ideologi radikalisme yang tumbuh subur di lingkungan kampus dapat sangat berbahaya bila tidak diantisipasi dan dibiarkan begitu saja.

“Saya khawatir paham radikalisme tumbuh semakin subur di lingkungan kampus nonagama, terutama Kampus UI. Hal ini sangat memprihatinkan dan sangat membahayakan karena dapat membawa ideologi radikalisme,” ungkapnya.

Baca juga: 6 Perpustakaan Umum di Jakarta Telah Dibuka, Ini Daftarnya

“Kerja sama ini merupakan yang pertama, antara PBNU dan perguruan tinggi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Untuk itu, melalui kerja sama ini diharapkan dapat mencegah paham radikalisme tumbuh semakin subur di lingkungan kampus,” timpalnya.

Terakhir, Said Aqil berujar ideologi Pancasila merupakan ideologi yang baik dan ideal dalam menanggapi isu radikalisme.

“Karena bentuk Islam yang diperkenalkan adalah Islam yang bersifat modern dan adaptif terhadap berbagai dinamika sosial di masyarakat,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved