Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Covid-19 Terus Menurun, Wali Kota Idris Sebut Depok Siap-Siap Masuki PPKM Level 1

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menyebut kota yang dipimpinnya ini tengah bersiap-siap memasuki PPKM level 1

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Wali Kota Depok Mohammad Idris menghadiri penutupan operasional Wisma Makara UI sebagai lokasi karantina mandiri pasien Covid-19 kategori ringan, Selasa (19/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menyebut kota yang dipimpinnya ini tengah bersiap-siap memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKMLevel 1.

“Alhamdulillah Jabodetabek semua kabupaten kota, sudah dianggap dan bisa untuk level 2 dengan pelonggaran-pelonggaran yang sudah ada ketentuannya,” kata Idris dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/10/2021).

“Bahkan beberapa kota termasuk Kota, Depok dan juga beberapa kabupaten di Jabodetabek sudah siap-siap untuk masuk ke level 1,” timpalnya.

Idris mengatakan, perkembangan Covid di Kota Depok yang terus berangsur membaik menjadi indikator bahwa Kota Depok sudah memenuhi ketentuan PPKM Level 1.

“Dilihat dari banyaknya vaksinasi, vaksinasi kalau laporan by name by address, dari kelurahan tadi malam itu rata-rata sudah 82 persen. Artinya sudah memenuhi ketentuan level 1,” ujar Idris.

“Level 1 (syarat vaksinasinya) di atas 70 persen. Walaupun catatan dr pusat kita masih dibawah 70 persen, ini harus diharmonisasi dan kita sudah lakukan harmonisasi dengan TNI Polri Pemkot untuk sesuaikan data,” sambungnya.

Sebelumnya, Idris juga mengatakan pihak tengah berbenah terkait data vaksinasi Covid-19 penduduk. Terbaru, ia mengatakan pihaknya akan menggunakan data dari Disdukcapil.

Baca juga: Klaim 25 Kelurahan di Depok Bebas Kasus Aktif Covid-19, Wali Kota Idris Sebut Jumlahnya Bisa Lebih

“Total warga Depok berdasarkan data Disdukcapil sebanyak 1,8 juta jiwa. Lalu diambil 70 persen dari data tersebut sekitar 1,3 juta jiwa yang menjadi target vaksinasi,” jelas Idris dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Depok, pada Selasa (26/20/2021) kemarin.

Idris mengatakan, sebelumnya pihaknya ditargetkan melaksanakan vaksinasi untuk 1,6 juta dari total 2,4 juta penduduk Kota Depok dari Kementerian Kesehatan.

Namun demikian, Idris mengatakan data tersebut sudah tidak lagi relevan, musabab data penduduk dari Badan Pusat Statistik menunjukkan warga Depok berjumlah 2 juta jiwa pada tahun 2020.

“Karena itu, kami akan berkoordinasi mengajukan perbaikan data target vaksinasi dengan Kemenkes, bahwa yang dipakai itu data Disdukcapil Depok berdasarkan nama dan alamat, baik untuk warga berdomisili maupun yang ber-KTP elektronik di Depok,” ujarnya.

“Sehingga nanti semua data vaksinasi dapat terhimpun dengan baik. Upaya ini bukan untuk berlomba-lomba, namun agar warga Depok maupun yang berdomisili semua harus divaksinasi dari Pemkot Depok, Kementerian dan TNI- Polri," sambungnya lagi.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penyisiran data hingga tingkat RT dan RW, selain mengajukan perbaikan tersebut.

"Maka jika kita mengikuti target 1,3 juta jiwa capaian vaksinasi, persentase Kota Depok sudah 78 persen,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved