Irit Bicara, Pihak RS di Senen Serahkan Kasus Dugaan Iwan Jadi Korban Penganiayaan ke Polisi

Pihak manajemen rumah sakit di kawasan Paseban, Senen, Jakarta Pusat irit bicara terkait kasus tewasnya Iwan Kurniawan (40).

Tribunjakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Sumiyati dan keluarga saat diminta membubarkan diri di RS di Senen pada Rabu (27/10/2021). Pihak manajemen rumah sakit di kawasan Paseban, Senen, Jakarta Pusat irit bicara terkait kasus tewasnya Iwan Kurniawan (40), pria yang diduga dikeroyok sejumlah sekuriti di rumah sakit tersebut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Pihak manajemen rumah sakit di kawasan Paseban, Senen, Jakarta Pusat irit bicara terkait kasus tewasnya Iwan Kurniawan (40), pria yang diduga dikeroyok sejumlah sekuriti di rumah sakit tersebut.

Wartawan TribunJakarta.com sempat meminta tanggapan terkait kasus tersebut kepada kepala sekuriti di ruangannya.

Ia meminta wartawan untuk menanyakan langsung ke Polres Metro Jakarta Pusat.

"Gini aja, kalau itu kan sedang ditangani Polres Jakarta Pusat. Silahkan ke polres aja. Manajemen tidak punya wewenang untuk mengeluarkan pernyataan tanpa sepengetahuan polisi," katanya saat ditemui di ruangannya pada Rabu (27/10/2021).

Pihak rumah sakit sudah menyerahkan kasus itu kepada pihak Polres Metro Jakarta Pusat.

Mereka enggan berkomentar terkait kasus yang diduga melibatkan sejumlah sekuriti di rumah sakit tersebut.

Baca juga: Makamkan Iwan Diduga Korban Penganiayaan, Keluarga Ancam Sekuriti Saat Geruduk RS di Senen

Bahkan, ia meminta wartawan untuk keluar dari ruangannya.

"Konfirmasi saja sesuai dengan fakta yang diberikan polisi sudah gitu aja ya. Silahkan keluar, makasih," pungkasnya.

Sebelumnya, Pihak Keluarga Iwan Kurniawan (40), tiba-tiba menggeruduk rumah sakit di Paseban, Senen, Jakarta Pusat.

Mereka sempat berteriak hingga mengancam kepada pihak sekuriti.

Baca juga: Datang Keadaan Sehat, Istri Iwan Kaget Lihat Suami Babak Belur di RS: Polisi Sebut Ada Penganiayaan

Bahkan, tampak salah satu anggota keluarga Iwan, menarik kerah baju seorang sekuriti dan hendak memukulnya.

Beruntung, ia tak jadi memberikan bogem mentah ke arah sekuriti.

Menurut salah satu sekuriti, satu orang dari rombongan membawa senjata tajam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved