Breaking News:

Dugaan Korupsi di Damkar Depok Terus Berlanjut, Jaksa Kumpulkan Alat Bukti untuk Tentukan Tersangka

Pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL dan pemotongan gaji di Dinas Damkar Kota Depok masih terus berlanjut.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Tampak depan bangunan Kejaksaan Negeri Depok, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA,COM, PANCORAN MAS - Pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL dan pemotongan gaji di Dinas Damkar Kota Depok masih terus berlanjut.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu, mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan alat bukti dari kasus dugaan praktik rasuah tersebut.

"Alat bukti yang sah menurut Sistem Peradilan Pidana di Indonesia ialah sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 184 Ayat (1) KUHAP yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan tersangka/terdakwa," kata Andi dalam keterangan resminya, Kamis (28/10/2021).

"Jadi jaksa penyidik saat ini sedang melakukan pengumpulan alat bukti untuk menentukan tersangkanya," timpalnya lagi.

Baca juga: Sepasang Sanca dan 10 Butir Telurnya Dievakuasi Dinas Damkar Kota Depok

 Dalam kasus ini, Andi menuturkan pihaknya telah menunjuk delapan jaksa penyidik untuk melaksanakan dua surat perintah penyidikan.

"Pertama penyidikan terkait dengan pengadaan seragam dan sepatu PDL, itu surat perintah penyidikan pertama. Kedua, adalah terkait penyidikan tentang pemotongan gaji," ungkapnya.

Petugas Damkar Depok ketika dimintai keterangan di Kejaksaan Negeri Depok, Kamis (15/4/2021).
Petugas Damkar Depok ketika dimintai keterangan di Kejaksaan Negeri Depok, Kamis (15/4/2021). (Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma)

Terakhir, Andi berujar hingga saat ini sudah ada 50 saksi yang dipanggil dan memberikan klarifikasinya terkait dugaan keterlibatan praktik korupsi ini.

"Berdasarkan laporan jaksa penyidik tim telah melakukan panggilan kepada pihak-pihak sebagai saksi sampai hari ini sudah 50 saksi, serta mengumpulkan alat bukti surat ,dan telah berkordinasi ke ahli," pungkasnya.
 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved