Breaking News:

Kelurahan Duri Kepa Pinjam Duit Warga

Kronologi Kelurahan Duri Kepa Diduga Gelapkan Duit Warga Rp 264 Juta: Bendahara Menghilang

Padahal, riwayat transfer dana yang sudah dilakukan Sandra ke pihak Kelurahan Duri Kepa terdata di rekening koran.

Istimewa
Surat pernyataan soal peminjaman uang Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM - Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi sorotan lantaran diduga meminjam dan menggelapkan uang warga sebesar Rp 262,5 juta.

Hal ini diketahui dari surat pernyataan yang diteken Bendahara Kelurahan Duri Kepa, Devi Ambarsari, pada 27 Mei 2021 lalu.

Dalam surat tersebut, Kelurahan Duri Kepa meminjam uang dari warga bernama Sandra Komala Dewi pada Mei 2021 lalu sebesar Rp264,5 juta.

Uang itu digunakan untuk melunasi tunggakan honor RT/RW dan utang-utang atas nama Kelurahan Duri Kepa.

Baca juga: Dituduh Gelapkan Dana Pinjaman Warga Rp 264,5 Juta, Lurah Duri Kepa Siap Dipanggil Polisi

Karena uang tak kunjung dikembalikan, Sandra Komala Dewi melaporkan Lurah Duri Kepa, Marhali, ke pihak kepolisian, atas tuduhan penipuan dan atau penggelapan dana.

Berikut ini kronologi kejadian kasus dugaan penggelapan dana warga oleh Kelurahan Duri Kepa versi korban:

Sandra menceritakan kasus ini bermula saat dirinya dihubungi oleh Bendahara Kelurahan Duri Kepa, Devi Ambarwari, pada Mei 2021.

Sandra dan bendahara kelurahan kebetulan sebelumnya sudah saling kenal.

Baca juga: Kelurahan Duri Kepa Diduga Tipu Warga Rp 264,5 Juta, Wagub DKI: Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Saat itu, Bendahara Kelurahan Duri Kepa tersebut menyampaikan ingin meminjam uang dan membutuhkan dana segar Rp340 juta untuk keperluan membayar honor RT/RW.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved