Breaking News:

Takut Banjir Lebih Parah, Warga Kayuringin Jaya Tolak Proyek Duplikasi Crossing Tol dan Tarum Barat

Menurut Nana, proyek tersebut hanya memberi solusi kepada masyarakat di wilayah Selatan, namun belum memberikan jalan keluar bagi warga di Utara

Jasa Marga
Pengerjaan girder tol Becakayu di JORR 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Warga di 10 RW di Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi memprotes dan menolak penyaluran air dari proyek duplikasi crossing Tol Becakayu dan Saluran Tarum Barat ke Kali Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK).

Nana Supriatna selaku tim Teknis dari Forum RW BSK Kayuringin Jaya mengatakan, proyek duplikasi crossing tol tetap dilanjutkan.

Padahal, pihaknya telah melakukan mediasi ke DPRD Kota Bekasi serta Dinas Bima Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi agar proyek dikaji ulang.

"Selama ini Kayuringin Jaya selalu kebanjiran dengan ketinggian genangan air sekitar 1,5 meter sampai 2 meter. Kegiatan (penolakan) ini terus kita perjuangkan untuk tidak memperparah wilayah di Kayuringin," kata Nana.

Baca juga: Katulampa Siaga 3, Warga Kramat Jati di Bantaran Ciliwung Waspada Banjir

Nana menyebutkan, proyek duplikasi crossing Tol dan Tarum Baru disinyalir bakal memperparah penderitaan warga Kayuringin Jaya karena berpotensi memperparah saat banjir datang.

Sebab, debit air yang mengalir dari hulu menuju hilir akan semakin deras sehingga memperparah potensi banjir di kawasan Kayuringin Jaya.

Sejumlah warga Forum RW Kelurahan Kayuringin Jaya melakukan aksi penolakan proyek duplikasi crossing Tol dan Tarum Barat ke Kali BSK. 
Sejumlah warga Forum RW Kelurahan Kayuringin Jaya melakukan aksi penolakan proyek duplikasi crossing Tol dan Tarum Barat ke Kali BSK.  (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Menurut Nana, proyek tersebut hanya memberi solusi kepada masyarakat di wilayah Selatan, namun belum memberikan jalan keluar bagi warga di Utara atau Kayuringin Jaya.

"Untuk Pemerintah Kota Bekasi, saya menghimbau untuk mendengarkan aspirasi yang kami wakili terutama warga Kayuringin jaya yang selalu kebanjiran. Jangan sampai dengan adanya proyek itu, kami akan lebih parah, akan lebih sengsara," katanya.

Baca juga: Wagub Riza Patria Perintahkan Anak Buahnya Cek Pengembang Nakal Jadi Penyebab Banjir di Jakarta

Pihaknya juga sudah memberikan masukan ke pemerintah daerah berdasarkan rekomendasi konsultan Amdal, yakni dengan mengkaji ulang proyek pengendalian banjir.

Buangan air dari selatan (hulu), tidak memungkinkan untuk dialiri ke Kali BSK atau Rawa Tembaga.

Sebab, kali alam tersebut sudah tidak optimal menampung debit air dalam jumlah besar jika proyek duplikasi crossing tol dan tarum barat rampung dikerjakan.

Sebagai solusi, aliran air dari hulu dapat dipecah dengan membuat saluran yang langsung mengarahkan ke Kali Bekasi.

"Solusi yang terbaik adalah dialirkan menyusur sisi Kalimalang menuju Kali Bekasi dibantu didorong dengan menggunakan 3-4 pompa, jadi sisi hulu tidak banjir dan sisi hilir wilayah 10 RW Kayuringin Jaya banjirnya tidak semakin parah," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved