Emak-emak di Duren Sawit jadi Korban Pelecehan, Pelaku Modus Tanya Alamat

Seorang pemuda berinisial IAN (23) kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Duren Sawit, Jakarta Timur akibat ulah pelecehan seksual

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
Personel Unit Reskrim Polsek Duren Sawit saat meringkus pelaku pelecehan seksual berinisial IAN (baju biru), Jakarta Timur, Kamis (29/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Seorang pemuda berinisial IAN (23) kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Duren Sawit, Jakarta Timur akibat ulah pelecehan seksual bermodus remas payudara dilakukannya.

Kapolsek Duren Sawit, Kompol Suyud, mengatakan IAN terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap seseorang perempuan pada Senin (26/10/2021) sekira pukul 10.35 WIB.

Kejadian berawal saat korban yang merupakan ibu satu anak berusia sekitar 30 tahun pulang berbelanja dari satu minimarket di wilayah Kecamatan Duren Sawit.

"Ketika korban pulang belanja pelaku menghampiri. Dia pura-pura nanya alamat sama korban, ketika korban menjawab dia menyentuh bagian dada korban," kata Suyud di Jakarta Timur, Jumat (29/10/2021).

Korban sempat berupaya menangkap pelaku dengan cara menarik lengannya, nahas upaya gagal karena pelaku memacu sepeda motor dikemudikannya melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pelaku leluasa beraksi karena saat kejadian tidak ada warga beraktivitas di sekitar lokasi, sementara korban dalam keadaan berjalan kaki sehingga tidak mampu mengejar.

Usai kejadian, korban melaporkan kasus pelecehan dialaminya ke SPKT Polsek Duren Sawit serta menyerahkan bukti rekaman dari satu rumah warga CCTV yang menyorot kejadian.

Baca juga: Seorang Wartawati Media Online Jadi Korban Pelecehan di KRL

"Setelah dilakukan penyelidikan oleh anggota Unit Reskrim pelaku berhasil kita amankan. Barang bukti diamankan rekaman CCTV, sepeda motor, serta pakaian digunakan pelaku saat kejadian," ujarnya.

Suyud menuturkan pelaku diamankan pada Kamis (28/10/2021) malam dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, IAN dijerat pasal 281 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kesusilaan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, IAN yang terancam hukuman maksimal dua tahun delapan bulan penjara mengaku melakukan pelecehan karena bernafsu melihat korban.

"Pelaku warga Kecamatan Jatinegara. Dari pengakuannya saat pemeriksaan bilangnya baru satu kali melakukan perbuatan pelecehan. Motifnya karena nafsu melihat korban," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved