Breaking News:

Toko Oen, Restoran Legendaris Zaman Kolonial Belanda yang Tetap Eksis di Kota Semarang

Lebih dari 80 tahun sudah, Toko Oen mempertahankan orisinalitasnya sebagai salah satu gerai kuliner legendaris di Indonesia.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADHE LIANA
Toko Oen Semarang sejak 1936, di event kuliner Kampoeng Legenda Mal Ciputra Jakarta 

Berdiri sejak masa kolonial Belanda, Toko Oen menawarkan beberapa menu yang identik dengan menu Belanda.

Yenni bercerita, usaha yang dirintis oleh neneknya ini berawal dari kegemaran sang nenek dalam membuat roti.

Kala itu, ia memiliki sejumlah kawanan orang Belanda yang mahir membuat roti.

Baca juga: 7 Resep Kue Cokelat Tanpa Oven, Cuma Butuh Sedikit Bahan dan Takarannya Pakai Sendok

"Oma saya, belajar buat roti dari temennya yang (orang) Belanda itu. Resep-resep ini memang resep asli Belanda, karena oma belajarnya dari orang Belanda. Dia dulu kumpulannya memang sama orang Belanda. Nah, salah satu teman baiknya ahli bikin roti," kata Yenni.

Hal inilah yang kemudian tetap dipertahankan oleh generasi sang pendiri, hingga sekarang.

Menurut Yenni, keaslian resepnya dijamin tak ada yang berubah sejak zaman pertama kali didirikan oleh sang nenek dulu.

Mulai dari bahan-bahan dasarnya, hingga teknik pembuatannya pun masih menggunakan metode yang sama untuk menjaga keaslian rasa dari produk-produk racikan Toko Oen.

Baca juga: Kue Tradisional di Pasar Mayestik Sepi Pembeli: Dari Pagi Hingga Petang, Tepung 1,5 Kg Tak Habis

Selain kue keringnya, sejak puluhan tahun lalu restorannya ini juga identik dengan cita rasa es krimnya yang lezat dan tak pernah berubah dari tahun ke tahun.

Salah satu rahasianya, terletak pada mesin yang digunakan.

Yenni bercerita bahkan es krim andalan Toko Oen masih dibuat dengan mesin jadul yang sudah berusia 80 tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved