Tolak Pembangunan Sekolah Internasional di Lahan Fasum, Warga Pluit Putri Soroti Ketidaksesuaian IMB

Proyek pembangunan sekolah international di atas lahan fasilitas umum dalam Kompleks Pluit Putri, Jakarta Utara, terus mendapatkan penolakan warga

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Warga Kompleks Pluit Putri menggelar aksi menolak pembangunan sekolah internasional di lahan fasum yang dinilai menyalahi aturan, Sabtu (30/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Proyek pembangunan sekolah international di atas lahan fasilitas umum dalam Kompleks Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, terus mendapatkan penolakan warga.

Kekinian, warga kembali menggelar aksi seraya menolak berjalannya proyek karena proses pembangunannya menyalahi aturan.

Dalam aksi hari ini, warga Pluit Putri membentangkan sejumlah spanduk penolakan terhadap pembangunan sekolah internasional yang memakan ruang terbuka hijau dalam kompleks tersebut.

Spanduk dibentangkan dan beberapa di antaranya diikatkan di pagar-pagar rumah warga.

Kuasa Hukum Warga Kompleks Pluit Putri, Wardaniman Larosa mengatakan, sampai hari ini warga tidak menyetujui dibangunnya sekolah internasional tersebut.

Baca juga: 142 Sekolah di Jakarta Belum Siap Gelar PTM Terbatas

Terbaru, warga sudah menyurati Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta soal proyek yang dinilai menyalahi aturan itu.

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari proyek ini dinyatakan tidak sesuai aturan.

Puluhan warga Kompleks Pluit Putri berunjuk rasa di Jalan Taman Pluit Putri, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, tepatnya di depan lahan hijau yang rencananya dibangun sekolah Senin (4/11/2019).
Puluhan warga Kompleks Pluit Putri berunjuk rasa di Jalan Taman Pluit Putri, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, tepatnya di depan lahan hijau yang rencananya dibangun sekolah Senin (4/11/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

"Kami menilai sekaligus menduga terdapat ketidaksesuaian antara pondasi yang telah dipasang dengan IMB yang dikeluarkan," kata Wardaniman di lokasi, Sabtu (30/10/2021).

Menurut Wardaniman, pembangunan sekolah internasional BTB School itu dilakukan di atas lahan seluas 3.955 meter persegi.

Padahal di IMB, lahan yang menjadi area pembangunan hanya sekitar 2.000 meter persegi.

Wardaniman mengungkapkan, adanya kelebihan luas lahan membuat Dinas CKTRP DKI Jakarta mengeluarkan surat peringatan, surat segel, dan surat perintah bongkar terkait dengan proyek pembangunan tersebut.

Baca juga: Skema Sekolah Tatap Muka Jenjang SD di Tangerang, Hanya Setengah Dari Jumlah Total Siswa

Secara berturut-turut, Surat Peringatan dikeluarkan 27 Oktober 2020, Surat Segel pada 3 November 2020, dan Surat Perintah Bongkar pada 17 November 2020 alias dalam jangka waktu 14 hari.

"Surat sudah ada dan sampai sekarang kami menduga belum ada tindakan pembongkaran dari kelebihan pembangunan dari IMB tersebut oleh karena itu kami protes keras," ucap Wardaniman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved