Kata Kapolres Beda Tim Raimas & Patroli Biasa: yang Satu Gunakan Medsos Sehingga Jadi Ingar Bingar

Kombes Pol Erwin Kurniawan membantah anggapan kegiatan patroli malam tim Raimas Backbone yang sebelumnya dipimpin Aipda Monang Ambarita dibubarkan.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Keenam pelajar STM yang membawa sajam dibekuk oleh Tim Raimas Polres Metro Jakarta Timur, Rabu (2/5/2018). Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan membantah anggapan kegiatan patroli malam tim Raimas Backbone yang sebelumnya dipimpin Aipda Monang Ambarita dibubarkan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan membantah anggapan kegiatan patroli malam tim Raimas Backbone yang sebelumnya dipimpin Aipda Monang Ambarita dibubarkan.

Erwin mengatakan setiap malam jajaran di masing-masing Polsek dan tingkat Polres melakukan patroli guna mengantisipasi kejahatan jalanan seperti tawuran dan pencurian.

"Bedanya yang satu menggunakan medsos sehingga menjadi ingar bingar. Yang satu mungkin karena rutinitas ada tidak sempat terekspos," kata Erwin di Mapolrestro Jakarta Timur, Senin (1/11/2021).

Dia mencontohkan patroli di 10 Polsek Kecamatan yang menggunakan mobil Patroli Komando (Patko) dan patroli malam tingkat Polres Metro Jakarta Timur menggunakan motor dinas.

Menurutnya, bila Raimas Backbone yang sudah dikenal warga karena konten akun YouTube dan program televisi swasta dibubarkan hal tersebut tidak memengaruhi kegiatan patroli.

Baca juga: Hentikan Akun Raimas Backbone Official, Kapolres Jaktim: Jangan Sampai Arahan Kapolda Jadi Liar

"Jadi sebenarnya nama Raimas ini adalah bagian dari tugas dari Sabhara. Kalau ada pertanyaan apakah ini tetap dijalankan, perlu diketahui bahwa setiap hari anggota tetap melakukan patroli sesuai tugasnya," ujarnya.

Erwin menuturkan selepas Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyatakan bakal mengevaluasi kinerja Raimas Backbone, pihaknya menghentikan akun YouTube Raimas Backbone Official.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan saat memberi keterangan terkait penanganan kasus kecelakaan LRT, Rabu (27/10/2021).
Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan saat memberi keterangan terkait penanganan kasus kecelakaan LRT, Rabu (27/10/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Pihaknya juga mendukung intruksi Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang hendak melakukan evaluasi kinerja dan memberi pembengkakan terhadap Tim Raimas Backbone.

"Kita menghentikan akun Raimas Backbone. Untuk kita evaluasi, jangan sampai seperti arahan pak Kapolda menjadi liar. Kemudian bisa sesuka hati sendiri tanpa ada kontrol dari Polres," tuturnya.

Erwin mengatakan usai Ambarita dimutasi dari Banit 51 Unit Dalmas Satsabhara Polrestro Jakarta Timur menjadi Bintara Bidhumas Polda Metro Jaya, pihaknya melakukan evaluasi internal.

Tujuannya agar tindakan memeriksa handphone warga saat melakukan patroli sebagaimana diduga dilakukan Ambarita yang beberapa waktu viral tidak dilakukan anggota lain saat bertugas.

Baca juga: Pakar Hukum UP Nilai Salah Bila Tim Jaguar & Sejenis Dibentuk Buat Cari Popularitas

"Sehingga kalau ada upaya-upaya yang inisiatif pribadi kemudian melanggar SOP (standar operasional prosedur). Tentu prosedural itu sebagai pedoman setiap anggota untuk melakukan tindakan," ujarnya.

Erwin menuturkan setiap anggota Polri memiliki SOP dalam menjalankan tugas yang harus dipatuhi, termasuk personel yang bertugas mengamankan pelaku tindak pidana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved