Breaking News:

Liga 1

PSSI dan PT LIB Rogoh Kocek Besar Beli Alat VAR, Kompetisi Liga 1 Bakal Seperti Liga di Eropa

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, rela merogoh kocek besar untuk bisa membeli alat canggih Video Assistant Referee (VAR).

Editor: Wahyu Septiana
(Photo by Joosep Martinson - FIFA/FIFA via Getty Images)
Video Assistant Refereeing (VAR) Room at the Internatinal Broadcasting Centre on June 21, 2018 in Moscow, Russia. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, rela merogoh kocek besar untuk bisa membeli alat canggih Video Assistant Referee (VAR). 

TRIBUNJAKARTA.COM - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, rela merogoh kocek besar untuk bisa membeli alat canggih Video Assistant Referee (VAR).

Rencananya alat canggih VAR akan diterapkan paling cepat di sepak bola Indonesia pada akhir musim Liga 1 2021 atau pada musim baru Liga 1 2022. 

Hadirnya teknologi Video Assistant Referee (VAR) dianggap bisa memberikan solusi dari banyaknya ketidakpuasan terkait wasit sepak bola di Indonesia.

Teknologi VAR yang sudah masif digunakan di beberapa negara di Eropa, kini Liga Indonesia mulai meminati untuk menggunakannya.

Pecinta sepakbola di Indonesia pun sempat meminta kepada PSSI dan PT LIB agar bisa menerapkan teknologi itu lantaran banyak keputusan wasit yang tidak tepat saat memimpin pertandingan.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengatakan kini pihaknya bersama PSSI kembali serius dalam menerapkan VAR di kompetisi Liga 1.

Baca juga: Angelo Alessio & Pemain Belum Aman, Persija Berniat Evaluasi Besar-besaran di Bursa Transfer Liga 1

Bahkan pihaknya rela mengeluarkan biaya yang tak murah guna mendatangkan peralatan VAR dan pelatihan kepada wasit-wasit Indonesia.

“VAR ini sudah dibicarakan sejak awal 2020 sama PSSI, tetapi terhenti karena pandemi. Kami mulai kembali sekarang,” kata Hadian di Kantor PT LIB, Jakarta beberapa hari lalu.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, sedang wawancara eksklusif dengan BolaSport.com pada 19 November 2020
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, sedang wawancara eksklusif dengan BolaSport.com pada 19 November 2020 (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

“Biaya juga bukan masalah, tetapi demi kebaikan kami harus berusaha sekuat mungkin untuk cari dananya. Tapi bisa saja nanti pemerintah bantu. Namun, bukan berarti kita mengemis tetapi dampaknya ujungnya untuk prestasi Timnas juga,”

“VAR hitungan kasar 1 set 6 juta dollar kira-kira sekitar 85 miliar. Itu dalam arti mobile bisa pindah-pindah ya. Harga segitu juga sudah termasuk training wasit, tapi belum tahu berapa jumlah wasit yang ditraining. Untuk awal 1 set dulu untuk uji coba,” jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved