Breaking News:

Cerita Kriminal

Tawuran Adu Gagah di Depok Berujung Maut, Pelaku Ketahuan Sembunyi di Rumah Orang Tua

Kurang dari 24 jam, Tim Resmob Satreskrim Polres Metro Depok berhasil meringkus pelaku tawuran antar kelompok.

Dwi Putra Kesuma / Tribun Jakarta
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar (kiri) dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno (kanan), saat memimpin ungkap kasus tawuran maut, Kamis (4/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kurang dari 24 jam, Tim Resmob Satreskrim Polres Metro Depok berhasil meringkus pelaku tawuran antar kelompok yang menewaskan seorang remaja di Kota Depok, Jawa Barat.

Tawuran antar dua kelompok pemuda ini terjadi pada Selasa (2/11/2021) dini hari, di kawasan Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, mengatakan, pihaknya menangkap empat pelaku dari kasus tawuran maut ini.

Lanjut Imran, pihaknya menetapkan satu dari empat pelaku berinisial RN (21) sebagai tersangka utama, yang melukai korban hingga terluka parah dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

"Jadi mereka janjian lewat Instagram akan melakukan perkelahian di depan Pasar Agung, setelah ketemu mereka langsung melakukan perkelahian saling bacok kemudian pelaku melarikan diri," kata Imran didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes, saat memimpin ungkap kasusnya, Kamis (4/11/2021).

"Pelaku ditangkap di daerah Jakarta Barat, alhamdulilah tidak sampai 1x24 jam pelaku bersembunyi di rumah orang tuanya," timpalnya.

Terkait motif, Imran berujar dua kelompok yang terlibat tawuran ini hanya saling unjuk gigi, sekedar adu hebat antar kelompok.

Baca juga: Jenazah Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah Dimakamkan Berdampingan di Taman Makam Islam Malaka

"Jadi motifnya hanya janjian lewat di medsos IG. Seolah-olah kelompoknya lebih hebat, kelompok itu lebih hebat," katanya.

Terakhir, Imran mengatakan para pelaku terancam dijerat Pasal 170 KUHP atau 351 KUHP, tentang penganiayaan hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved