Cegah Kasus Positif di Sekolah, Satgas Covid-19 Depok Imbau Keluarga Tak Paksa Anak Sakit Ikut PTM

Juru Bicara Satgas Covid-19, Dadang Wihana, mengatakan, pihaknya masih menggunakan Peraturan Wali Kota Depok jika ditemukan kasus aktif di sekolah

Istimewa
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Disdakmen), Kemendikbud, Jumeri meresmikan Satgas Covid-19 tingkat kelas saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tangerang, Jumat (1/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengimbau agar keluarga tak memaksakan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) jika sedang dalam kondisi tak sehat.

“Setiap pergerakan, setiap kerumunan, itu berpotensi untuk penularan. Maka dari itu, dalam proses pembelajaran di rumah bagi warga yang merasa sakit ataupun batuk, pilek, demam dan lain-lain, jangan memaksakan anaknya untuk masuk sekolah,” kata Dadang saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/11/2021).

“Atau misalnya di rumahnya ada yang positif maka anggota keluarga lainnya harus melakukan isolasi mandiri, nanti baru kita formulasikan seperti apa. Karena ini tidak terjadi di kita untuk PTMT hampir semua daerah juga ditemukan kasus, bertemu orang itu memungkinkan penularan terjadi,” sambungnya.

Sebelumnya juga diberitakan, Pemerintah Kota Depok tetap menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) meski telah ditemukan sejumlah kasus positif di beberapa sekolah.

Untuk informasi, dari data yang dimiliki TribunJakarta, sebanyak dua sekolah menengah pertama negeri (SMPN) dan satu pondok pesantren terkonfirmasi temuan kasus beberapa waktu lalu.

Baca juga: Lagi, Siswa PTM di Depok Terpapar Covid-19, Aktivitas Belajar Mengajar Dihentikan dan Diswab

Baca juga: PTM di Ponpes Babussalam Cimanggis Depok Dihentikan Imbas 46 Penghuni Pocsitif Covid-19

Juru Bicara Satgas Covid-19, Dadang Wihana, mengatakan, pihaknya masih menggunakan Peraturan Wali Kota Depok jika ditemukan kasus aktif di sekolah yang tengah menggelar PTMT ini.

“Kita masih menggunakan Perwal, jika ditemukan satu kasus maka harus dilakukan mitigasi berupa penutupan sementara selama seminggu pelaksanaan PTMT dan melakukan desinfektasi, puskesmas melakukan tracing dan testing terhadap kontak erat itu yang dilakukan,” kata Dadang.

Baca juga: PTM Terbatas Tetap Digelar Meski Ada Temuan Kasus di Sekolah, Satgas Covid-19 Depok Beri Penjelasan

Baca juga: KPAI Soroti Kasus Anak Panti Asuhan Terpapar Covid-19 di Depok, Gugus Tugas Beri Pendampingan

Melalui metode Swab Antigen Keliling (SAK) yang bergerak ke sekolah-sekolah, Dadang mengatakan pihaknya tengah memetakan sekolah-sekolah yang terdapat temuan kasus positif.

“Nanti kita petakan dahulu sekarang kan SAK sistem swab antigen keliling sedang bergerak ke sekolah-sekolah, sementara ini hasil SAK itu menunjukkan hasilnya negatif,” jelasnya.

“Tetapi jika ditemukan dalam satu sekolah kena kasus maka dilakukan swab terhadap seluruh kontak erat bahkan bisa satu sekolah di swab, sementara ini swab, antigen ataupun pcr terhadap kontak erat,” sambungnya lagi.

Baca juga: Simak Persyaratan Utama Penerbangan dengan Antigen di Bandara Soekarno-Hatta

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, saat dijumpai wartawan.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, saat dijumpai wartawan. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Oleh sebab itu, Dadang menuturkan saat ini pihaknya masih menjalankan PTMT sesuai dengan arahan dari Perwal Kota Depok dan juga Inmendagri.

“Sementara ini, masih dijalankan sesuai dengan Perwal dan juga arahan dari Inmendagri, dan sudah dilakukan assessment terhadap syarat-syarat melakukan PTMT,” katanya.

“Tetap kami mengimbau kepada seluruh warga terutama orang tua agar segera melakukan vaksinasi bagi warga yang belum melakukan vaksinasi, dan bagi warga bekali anaknya dengan prokes terutama etika cara menggunakan masker secara benar,” pungkasnya.

Foto : Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, saat dijumpai wartawan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved