Banjir Kepung Jakarta
Kali Pesanggrahan Meluap, 2 RT di Jalan Haji Briti Kembangan Selatan Banjir Setinggi 80 Cm
Hujan deras menyebabkan permukiman di Jalan Haji Briti B, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, dilanda banjir, Senin (8/11/2021).
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Hujan deras menyebabkan permukiman warga di Jalan Haji Briti B, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, dilanda banjir.
Banjir melanda permukiman itu sejak Minggu (7/11/2021) siang akibat Kali Pesanggrahan tidak mampu menampung debit air hingga akhirnya meluap.
Lurah Kembangan Selatan, Aryan Syafari, mengatakan akibat banjir itu menyebabkan RT 004 dan RT 005 RW 009 di Jalan Haji Briti B terdampak.
Sebagian besar yang terdampak lantaran bermukim di sepanjang Kali Pesanggrahan.
"Banjir disebabkan limpasan air dari Kali Pesanggrahan, yang siang kemarin karena curah hujan cukup tinggi," ujar Aryan saat ditemui di lokasi pada Senin (8/11/2021).
Aryan melanjutkan ketinggian air sempat mencapai 80 sentimeter.
Baca juga: Jakarta Dikepung Banjir, 67 RT di DKI Tergenang Pagi Ini, Ketinggian Air Capai 2 Meter Lebih
"Untuk kembali normal itu butuh waktu 8 jam," pungkasnya.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pada 09.49 WIB pada Senin (8/11/2021), warga masih berjibaku membersihkan rumah dari banjir.
Tampak sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turut membantu membersihkan sampah di lokasi banjir.
Tinggi air mulai mengalami penurunan sejak pukul 17.00 WIB pada Minggu (7/11/2021).
Baca juga: Kali Ciliwung Meluap, 1.700 Warga Jakarta Timur Mengungsi
Kini, ketinggian air sudah mulai surut sampai sekitar 40 cm.
Genangan Air di Permukiman Warga Kembangan Selatan Mulai Surut
Banjir yang menggenangi pemukiman warga RT 004 dan RT 005 RW 009 di Jalan Haji Briti B, Kembangan Selatan, Jakarta Barat, berangsur surut, Senin (8/11/2021).
Pantauan Wartawan TribunJakarta.com di lokasi pada 09.49 WIB, warga masih berjibaku membersihkan rumah dari banjir.
Tampak sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turut membantu membersihkan sampah di lokasi banjir.
Tinggi air mulai mengalami penurunan sejak pukul 17.00 WIB pada Minggu (7/11/2021).
Namun ketinggian air sudah mulai surut sampai sekitar 40 cm.
Menurut salah satu warga, Ama (63), banjir mulai menggenangi rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB.
"Hujan turun terus menerus. Air masuk ke rumah saya sampai sedengkul," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Senin (8/11/2021).
Banjir, lanjut Ama, disebabkan karena Kali Pesanggrahan di dekat pemukiman meluap imbas hujan deras
Ia pun kini masih membersihkan barang-barang dari banjir yang masuk di rumahnya.
Baca juga: Banjir Setinggi 2 Meter di Pejaten Timur Surut, Rumah Warga dan Jalan Dipenuhi Lumpur
Salah satu warga, Ahmad, menambahkan di pemukimannya memang langganan banjir.
Selain curah hujan tinggi, banjir disebabkan lantaran kiriman dari Bogor.
"Kalau enggak hujan juga banjir kadang-kadang karena kiriman dari Bogor," pungkasnya.
Sepeda Motor Mogok Saat Lewati Genangan Setinggi 15 Cm di Kembangan Pagi Ini
Sepeda motor milik pengendara mogok saat melintasi genangan air setinggi 15 cm di dekat Mutiara Kedoya Jalan Puri Kembangan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat pada Senin (8/11/2021) pagi.
Para pengendara sepeda motor dan mobil harus berjalan perlahan untuk melewati genangan tersebut.
Seorang pengendara motor, Karin (23) mengaku terkejut melihat genangan air saat akan menuju kantornya.
Baca juga: Banjir Setinggi 2 Meter di Pejaten Timur Surut, Rumah Warga dan Jalan Dipenuhi Lumpur
Padahal hujan sudah tidak turun lagi sejak Minggu (7/11/2021) malam, tapi air di sana tidak kunjung surut.
"Ya ragu mau lewat karena tadi lihat ada yang mogok, tapinya ada lobang terus ban motor saya oleng bisa jatuh," kata Karin.
Karin melanjutkan, ia juga harus mengganti sepatu yang dikenakan dengan sandal agar tidak basah terkena genangan.
Baca juga: Langganan Banjir, Genangan Air di Permukiman Warga Kembangan Selatan Mulai Surut
Karin berharap, Pemerintah Kota Jakarta Barat lebih serius lagi menanggulangi banjir karena sudah masuk musim hujan.
"Ya lebih kerja ekstra lagi lah, jangan sampai gara-gara ada genangan atau banjir kami para pekerja ini harus pulang ke rumah lagi karena enggak bisa lewat," ucapnya.
Karin terpaksa melewati genangan itu secara perlahan supaya melihat jalan apakah ada lobang atau tidak.
Ia juga sudah izin datang telat ke kantor kepada atasannya karena sepanjang jalan tersebut terjadi genangan.
"Ya hari ini belum turun hujan, kalau hujan lagi mungkin makin tinggi," jelasnya.
20 Kelurahan Jadi Kampung Siaga Bencana
Dinas Sosial DKI Jakarta menetapkan 20 dari total 65 Kelurahan yang tersebar pada 10 Kecamatan di Jakarta Timur menjadi Kampung Siaga Bencana (KSB).
Kasi Perlindungan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Sudin Sosial Jakarta Timur, Ridwan mengatakan 20 Kelurahan tersebut ditetapkan sebagai KSB karena rawan banjir.
"Ini Kelurahan yang memang setiap tahunnya menghadapi banjir. Mereka (warga) yang paling terdampak banjir," kata Ridwan saat dikonfirmasi di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (7/11/2021).
Kelurahan tersebut di antaranya Kelurahan Rambutan, Cibubur, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Bidara Cina, Tengah, Dukuh, Cililitan, Cawang, Cipinang Melayu, Kebon Pala, Kebon Manggis.
Pondok Bambu, Rawa Terate, Cakung Barat, Penggilingan, dan Balekambang yang permukiman warganya dilintasi aliran Kali Ciliwung, Kali Cipinang, Kali Sunter, dan aliran lainnya.
"Kita tidak menutup kemungkinan akan mendirikan KSB lain di wilayah Kelurahan yang belum ada. Nanti kita usulkan melalui Dinas Sosial DKI Jakarta, mungkin juga ke Kementerian Sosial," ujarnya.
Ridwan menuturkan anggota KSB berkisar 10-20 orang, terdiri dari pengurus RT/RW setempat, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana), pekerja sosial masyarakat, dan pendamping sosial, dan lainnya.
Tujuan pembentukan KSB guna meningkatkan kepedulian warga dalam mencegah bencana, serta agar ketika terjadi bencana seperti banjir penanganan lebih cepat dilakukan.
Baik menetapkan lokasi posko pengungsian, hingga menyiapkan dapur umum guna memasok kebutuhan logistik agar distribusi logistik untuk pengungsi tidak terlambat.
"Ketika awal dibentuk KSB itu langsung kita berikan bantuan peralatan dapur umum termasuk seperti panci, wajan, tenda. Untuk sembako juga akan kita berikan agar bisa dimasak," tuturnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/lurah-kembangan-selatan-aryan-syafari-di-lokasi-banjir-di-jalan-haji-briti-b-2.jpg)