Tim PPPUD Universitas Negeri Padang Gandeng Pengrajin Batik Kembangkan Batik Minang

Tim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Universitas Negeri Padang gandeng pelaku UMKM Batik Minang berbasis kearifan lokal.

Istimewa
Tim PPPUD Universitas Negeri Padang Gandeng Pengrajin Batik 

TRIBUNJAKARTA.COM - Universitas sebagai Lembaga Pendidikan tidak hanya melaksanakan kegiatan belajar mengajar saja.

Namun juga mengembangkan keilmuan dengan melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat Tim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Universitas Negeri Padang yang terdiri dari Prof. Dr. Agus Irianto, Prof. Dr. Agusti Efi, MA, dan Dr. Friyatmi, M.Pd menggandeng pelaku UMKM Batik Minang sebagai Mitra dalam mengembangkan batik Minang berbasis kearifan lokal.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (9/11/2021), kegiatan ini sejalan dengan Pemerintah daerah Sumatera Barat (Sumbar) yang terus mendorong perkembangan usaha batik khas Minang agar masyarakat tidak lagi bergantung kepada produksi batik Jawa sekaligus untuk meningkatkan rasa cinta masyarakat Minang menggunakan produk batik lokal.

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan, banyak daerah di Indonesia yang memiliki pengrajin batik yang tentunya memiliki ke-khas-an sendiri berdasarkan asal dari batik tersebut.

Kekhasan tersebut dapat dilihat dari bahan pembuat batik maupun dari desain atau corak batik yang membedakan asal batik.

Baca juga: Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pertamina PDC Optimis Batik Sakai Akan Semakin Diminati

Baca juga: Pantas Harganya Lebih Mahal, Ternyata Proses Pembuatan Batik Tulis Itu Rumit Lho

Melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah yang dilakukan oleh Tim PPPUD UNP diharapkan mampu memunculkan inovasi dari desain batik Minang yang kekinian namun tetap berkearifan lokal, sehingga batik Minang diminati oleh berbagai kalangan.

Selain itu Tim PPPUD UNP juga memberikan pendampingan kepada pengrajin batik Jembatan Akar yang belum memiliki Logo merk sebgai salah satu identitas dari pelaku UMKM sebagai tanda pengenal, dengan membuat logo dan merk untuk pengrajin diharapkan dapat memunculkan brand image untuk UMKM batik tersebut di mata konsumen.

Pendampingan ini diharapkan Tim PPPUD UNP mampu meningkatkan kualitas batik Minang dan menarik minat konsumen sehingga memberikan dampak positif bagi pendapatan pelaku UMKM batik Minang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved