Buruh Kota Bekasi Tuntut UMK 2022 Naik 15 Persen: "Tahun Pandemi Ini"

Memasuki penghujung tahun, buruh Kota Bekasi menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 sebesar 15 persen.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Massa aksi unjuk rasa buruh di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu (10/11/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Memasuki penghujung tahun, buruh Kota Bekasi menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 sebesar 15 persen.

Hal ini disampaikan Ketua DPC SPSI Bekasi, Warnadi Rakasiwi. Ia mengatakan, kenaikan upah merupakan hal yang wajib dilakukan mengingat kebutuhan masyarakat kian meningkat.

"Untuk 2022 itu, dalam pengupahan itu sudah mengajukan angka dikisaran 15 persen, karena tadi, kebutuhan hidup kita hari ini tahun pandemi ini, itu semua harganya naik," kata Warnadi, Rabu (10/11/2021).

Warnadi tidak menjelaskan secara rinci berapa nilai kenaikan UMK jika merujuk pada tuntutan 15 persen, sebab proses pembahasan masih berjalan di Dewan Pengupahan Kota Bekasi.

"Katakanlah belum selesai pembahasannya, karena ada pihak yang terlibat di sana (Dewan Pengupahan), dalam pengupahan itu ada unsur SP (serikat pekerja) ada dari APINDO, ada dari pemerintah," jelas dia.

Selain menuntut kenaikan UMK, serikat pekerja di Bekasi sepakat memperjuangkan hak-hak kenaikan upah berupa regulasi Upah Minimum Sektoral (UMSK).

Pada 2021, Pemerintah Kota Bekasi belum mengeluarkan surat keputusan (SK) sebagai dasar penetapan UMKS di tiap perusahaan.

Baca juga: Unjuk Rasa di Bekasi Diwarnai Saling Dorong Buruh & Satpol PP, Massa Tutup Jalan Jend Ahmad Yani

"Kita menganggap perjuangan ini belum selesai kawan-kawan, karena kita berbicara aliansi, masing-masing federasi sepakat, ketika hari ini belum ada kesepakatan, berarti kita akan ada aksi panjang seperti ini," jelas dia.

Sebagai informasi, massa buruh dari berbagai serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Rabu (10/11/2021).

Aksi digelar dalam rangka menuntut kenaikan UMK 2022 serta penerbitan SK dari Wali Kota Bekasi tentang regulasi UMSK 2021.

Berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat Nomor 56/Kep.774-Yanbagsos/2020, nilai UMK 2021 di Kota Bekasi sebesar Rp4.782.935,64 per bulan, angka itu naik sebesar 4,21 persen atau Rp193.226,74 dibanding UMK 2020 sebesar Rp4.589.708.90 per bulan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved