Kenangan Anak Tunggal Ismail Marzuki: Liburan ke Lapangan Ikada untuk Cari Inspirasi Lagu 

Anak semata wayang komponis besar Indonesia Ismail Marzuki, Rachmi Aziah masih ingat betul kenangan bersama sang ayah sebelum tutup usia tahun 1958

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Anak tunggal komponis besar Indonesia Ismail Marzuki, Rachmi Aziah, menunjukan foto saat ia bersama ayahnya bermai piano, Rabu (10/11/2021) - Anak semata wayang komponis besar Indonesia Ismail Marzuki, Rachmi Aziah masih ingat betul kenangan bersama sang ayah sebelum tutup usia tahun 1958 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN – Anak semata wayang komponis besar Indonesia Ismail Marzuki, Rachmi Aziah (71), masih ingat betul kenangan bersama sang ayah sebelum tutup usia pada tahun 1958 silam.

Dijumpai wartawan bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan, Rachmi pun nampak antusias berbagi cerita tentang sosok ayahnya, yang kerap mencari inspirasi dengan mengajak keluarganya liburan.

Untuk informasi, Ismail Marzuki sendiri telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2004 silam, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Bapak itu kalau mencari inspirasi lagi kita jalan-jalan ke Lapangan Ikada, sekarang ini Monas ya," kata Rachmi di rumah kontrakannya yang beralamat di Komplek Bappenas, Sawangan, Kota Depok, Rabu (10/11/2021).

"Jadi saya masih anak-anak itu main keliling-keliling, tapi bapak duduk di bawah pohon besar, dia sudah siap dengan coretan-coretannya itu (membuat lagu)."

Baca juga: Hari Pahlawan, 3 Anggota PPSU yang Selamatkan Bocah Hanyut di KBT Dapat Penghargaan

"Disitu tercetuslah lagu berjudul Kr. Pasar Gambir,”  sambungnya.

Rachmi mengatakan, hampir seluruh lagu ciptaan Ismail Marzuki tercipta dari sebuah kejadian.

Taman Ismail Marzuki diabadikan pada tahun 2015.
Taman Ismail Marzuki diabadikan pada tahun 2015. (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

“Jadi hampir semua lagu itu terinspirasi dari suatu kejadian. Waktu kenal sama ibu (almarhumah Eulis Zuraidah) di Bandung, ibu kan penyanyi keroncong, disitu bapak bikin lagu Halo Halo Bandung,” ungkapnya.

Hingga beberapa waktu sebelum Kembali ke pangkuan sang khalik, Rachmi mengatakan ayahnya membuat lagu yang dipersembahkan untuk ibunya.

“Lagu terakhir bapak itu judulnya Inikah Bahagia. Mungkin terinspirasi dari kebersamaan bapak dan ibu. Bapak itu banyak menciptakan lagu untuk ibu,” jelasnya.

Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, Gubernur Anies Kenang Sosok Pejuang Asal Betawi MH Thamrin

Sosok Ismail Marzuki yang Sangat Disiplin

Kehilangan sosok sang ayah saat masih berusia delapan tahun, tak membuat Rachmi kehilangan memori bahagia dan kasih sayang yang dicurahkan Ismail Marzuki padanya.

Ia masih ingat betul, ayahnya merupakan sosok pria yang sangat bertanggung jawab dan sayang pada keluarga.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved