Jakarta Dikepung Banjir

Banjir Rob Rendam Pelabuhan Sunda Kelapa Berhari-hari, Pengusaha Bongkar Muat Rugi Ratusan Juta

Sebagian ruas jalan di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta Utara, masih terendam banjir rob pada Kamis (11/11/2021).

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Banjir rob merendam kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (8/11/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Sebagian ruas jalan di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta Utara, masih terendam banjir rob pada Kamis (11/11/2021).

Dampak dari banjir rob yang terjadi berhari-hari ini, pengusaha bongkar muat di pelabuhan tersebut rugi ratusan juta rupiah.     

Hal itu diungkapkan Ketua DPC Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sunda Kelapa, Andrias.

Andrias menyatakan, banjir rob perlahan-lahan yang terjadi berhari-hari sampai membuat akses jalan di dalam kawasan pelabuhan susah diakses.

"Mulai banjir dari hari Minggu. Sabtu masih bisa dilewatin, Minggu sampai Senin sudah nggak bisa dilewatin lagi. Sekarang masih banjir karena tinggi air laut lebih tinggi," ucap Andrias di lokasi, Kamis petang.

Menurut Andrias, banjir rob berhari-hari ini membawa dampak buruk untuk aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Selain terhambatnya aktivitas bongkar muat, sebagian barang yang dikirimkan sampai harus rusak dan basah terkena banjir.

Baca juga: 3 Ribu Kepala Keluarga Terdampak Banjir Rob Akibat Air Laut Pasang di Dadap

"Kalau dari perusahan sini dampaknya kerugian. Barang-barang kami yang mau dibawa ke daerah basah dan kerugian barang basah itu kami yang tanggung," kata Andrias.

Alhasil, para pengusaha di Pelabuhan Sunda Kelapa pun mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Andrias lantas berharap pengelola pelabuhan melakukan pemebenahan supaya ketika terjadi fenomena banjir rob aktivitas bongkar muat tidak terganggu.

"Kerugian yang diperkirakan cukup lumayan, kurang lebih ratusan juta (rupiah) per harinya untuk pergantian barang-barang yang basah," kata Andrias.

"Harapannya dari pengusaha-pengusaha di sini, tolonglah dari pihak fasilitator untuk membangun atau diperbaiki seperti apa lah, supaya lebih baik," sambungnya.

Adapun berdasarkan pantauan terbaru di lokasi, banjir rob dengan ketinggian 10-20 sentimeter masih merendam sebagian kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Di sisi lain, beberapa ruas jalan yang sudah kering tampak dalam kondisi berlubang di banyak titik.

Kondisi itu pun menghambat proses keluar masuknya truk yang akan melakukan proses bongkar muat barang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved