Breaking News:

Penjelasan PLN Bekasi Terkait Hal yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Banjir Agar Tidak Tersetrum

Manager PLN UP3 Bekasi, Rahmi Handayani, mengatakan, pihaknya telah menggelar apel siaga di kantor PLN Bekasi Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
PLN UP3 Bekasi
PLN UP3 Bekasi Saat menggelar apel siaga bencana banjir di Kantor PLN Bekasi, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Memasuki musim hujan, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi menyiagakan ratusan personel untuk mengantisipasi bencana banjir di sejumlah titik.

Manager PLN UP3 Bekasi, Rahmi Handayani, mengatakan, pihaknya telah menggelar apel siaga di kantor PLN Bekasi Jalan Cut Meutia, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

"Kita melakukan antisipasi dengan berkaca pada tahun-tahun sebelum, terdapat sejumlah titik wilayah rawan banjir," kata Rahmi, Kamis (11/11/2021).

Dia menjelaskan, pihaknya menyiapkan sebanyak 180 personel teknik dan 24 personel organik untuk bersiaga melakukan penanganan sebelum maupun ketika terjadi musibah banjir.

Selain itu, PLN UP3 Bekasi juga menyiapkan sebanyak 13 unit kendaraan roda dua dan 19 unit kendaraan roda empat untuk menunjang operasional selama menghadapi potensi banjir.

"Sesuai SOP (standar operasional prosedur), kita melakukan penanganan baik sebelum atau sesudah bencana, contohnya petugas kami akan memantau titik-titik rawan banjir saat hujan turun dan berkoordinasi bersama pihak terkait," jelas dia.

Di wilayah PLN UP3 Bekasi, sedikitnya terdapat delapan titik rawan banjir ketika musim hujan datang.

Baca juga: Antisipasi Banjir, PLN UID Jakarta Raya Pastikan Suplai Listrik di Rumah Pompa Terbesar Se-DKI Aman

Delapan titik tersebut diantaranya, Mustikajaya, Rawalumbu, Babelan, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Medansatria dan Bantargebang.

"Titik rawan banjir ini yang akan menjadi fokus kami untuk melakukan antisipasi dan penanganan bencana banjir," ucapnya.

Rahmi menambahkan, listrik merupakan komponen utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Ketika banjir melanda, listrik justru akan sangat berbahaya jika tidak segera dimatikan.

Untuk itu dia mengimbau, kepada seluruh pelanggan PLN yang kerap dilanda banjir, hal yang pertama dilakukan yakni, mematikan saklar listrik agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan.

"Setelah itu pelanggan dapat menghubungi kami via PLN Mobile, sehingga tim yang disiagakan dapat langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved