Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Sejarah Keroncong Tugu: Dari Hiburan di Pengasingan hingga Istana Kepresidenan

Peradaban Jakarta tak terlepas dari cikal bakal budayanya yang lahir sejak zaman Batavia. Keroncong Tugu salah satunya.

Dok. Orkes Keroncong Tugu Cafrinho
Foto-foto Orkes Keroncong Tugu Cafrinho - Orkes Poesaka Kerontjong Toegoe Moresco-Ano 1661. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Peradaban Jakarta tak terlepas dari cikal bakal budayanya yang lahir sejak zaman Batavia.

Zaman Batavia yang beberapa abad silam masih diduduki pemerintahan kolonial Belanda, lahir budaya-budaya lokal yang tak lekang oleh waktu.

Keroncong Tugu salah satunya.

Guido Quiko, kini pemimpin Keroncong Tugu Cafrinho, saat ditemui awal November 2021, mengawali kisah sejarah musik asli Indonesia itu dengan lantunan Gatu Matu.

Tembang tersebut merupakan cetak biru dari permulaan lahirnya Keroncong Tugu.

Baca juga: Melihat Sejarah Tugu Batu Sawangan, Ternyata Simpan Kenangan Perjuangan Rakyat Depok

Dilantunkan dalam syair-syair Kreol alias percampuran dari bahasa Portugis dan bahasa Melayu.

Gatu Matu, juga Cafrinho dan Yan Kaga Leti merupakan tiga lagu-lagu awal yang diciptakan orang-orang Tugu keturunan Portugis.

Guido Quiko, pemimpin Orkes Keroncong Tugu Cafrinho.
Guido Quiko, pemimpin Orkes Keroncong Tugu Cafrinho. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Kemudian lagu-lagu itu masuk dalam deretan tembang klasik yang selalu dibawakan Orkes Keroncong Tugu Cafrinho setiap kali manggung.

Tapi, apa sebenarnya keroncong itu?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved