Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Target Sasaran Vaksinasi Covid-19 Kota Bekasi Belum Tercapai, Suntik Dosis Kedua Baru 64 Persen

Target sasaran vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Kota Bekasi belum tercapai, berbeda dengan dosis kesatu yang sudah tembus 80 persen.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Target sasaran vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Kota Bekasi belum tercapai, berbeda dengan dosis kesatu yang sudah tembus 80 persen. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Target sasaran vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Kota Bekasi belum tercapai, berbeda dengan dosis kesatu yang sudah tembus 80 persen.

Berdasarkan data Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi per 8 November 2021, capaian vaksin dosia kedua di Kota Bekasi baru 64,01 persen atau 1.290.383 jiwa.

Sedangkan untuk dosis pertama, berdasarkan data terakhir, sejauh ini sudah mencapai 80,02 persen atau 1.613.256 jiwa.

Sasaran vaksin Covid-19 di Kota Bekasi sebesar 70 persen dari jumlah populasi penduduk sebesar 2.016.006 jiwa.

Sebagai rincian, target sasaran vaksin Covid-19 terdiri dari masyarakat rentan dan umum sebanyak 73 persen atau 1.485.138 jiwa, remaja usia 12 - 18 tahun sebanyak 12 persen atau 245.877 jiwa.

Baca juga: Tutup 2 Koridor Akibat Pandemi, Wali Kota Bekasi Akui Operasional Trans Patriot Tersendat

Lalu petugas publik sebanyak enam persen atau 114.794 jiwa, sasaran lansia sebanyak delapan persen atau 156.149 jiwa serta SDM Kesehatan sebanyak satu persen atau 14.048 jiwa.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi ke masyarakat yang belum menerima suntik vaksin.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga, Jl A Yani, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (8/11/2021). 
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga, Jl A Yani, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (8/11/2021).  (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Dia mengakui, partisipasi masyarakat saat ini mulai menurun untuk datang ke sentra vaksinasi sehingga perlu dilakukan layanan door to door qtau jemput bola.

"Bukan masalah nggak tercapai, inikan persoalan keengganan, inikan tinggal kecil, susah, sehari itu dapat 2.000 atau 2.500 (target vaksin)," kata Rahmat.

"Itu udah door to door, memang kan kita sudah mengimbau, kita udah mengajak, artinya partisipasinya ini sangat rendah," tambahnya.

Pihaknya bakal merumuskan kembali strategi apa yang cocok digunakan untuk meningkatkan minat warga yang belum divaksin.

Baca juga: Pemkot Bekasi Klaim Program Vaksin di Sejumlah Kecamatan Capai 92 Persen

"Kita akan diskusikan lagi cara apa yang paling efektif setelah stikerisasi, setelah door too door," tegasnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved