Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Tutup 2 Koridor Akibat Pandemi, Wali Kota Bekasi Akui Operasional Trans Patriot Tersendat

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui, operasional moda transportasi massal milik pemerintah daerah Trans Patriot tersendat akibat pandemi Covid-19

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Bus Trans Patriot melintas di Jalan Ir Juanda Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui, operasional moda transportasi massal milik pemerintah daerah Trans Patriot tersendat akibat pandemi Covid-19 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui, operasional moda transportasi massal milik pemerintah daerah Trans Patriot tersendat akibat pandemi Covid-19.

Rahmat mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menghadirkan Trans Patriot sebagai upaya merintis layanan moda transportasi massal nyaman dan murah bagi masyarakat.

Namun, akibat pandemi Covid-19, operasionalnya sempat terganggu lantaran masih terdapat koridor layanan bus yang disubsidi menggunakan Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Kota Bekasi.

"Trans Patriot juga kan manajemennya tersendat-sendat, sekarang beerat, subsidi terus berat," kata Rahmat, Kamis (11/11/2021).

Trans Patriot sejatinya memiliki tiga koridor layanan angkutan orang, dua diantaranya telah berhenti beroperasi sejak Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Aksi Geber Kendaraan Kembali Picu Keributan, Sopir Angkot di Bekasi Ditusuk Petugas SPBU

Alasan penutupan layanan angkutan bus ini tidak lain yakni, biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan.

Kini Trans Patriot hanya tersisa satu koridor layanan angkutan orang yakni, Koridor 1 Terminal Induk Bekasi - Harapan Indah dengan biaya operasional disubsidi pemerintah daerah.

Armada bus Trans Patriot di Terminal Bekasi.
Armada bus Trans Patriot di Terminal Bekasi. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Kalau rugi memang kita kan ngelayanin sosial, untung rugi pasti ada, tapi kalau ruginya lebih banyak dari perkiraan kan repot," ucapnya.

Secara keseluruhan, Trans Patriot memiliki sebanyak 28 armada. Akibat penghentian operasional dua koridor, terdapat 19 unit bus yang saat ini mangkrak.

Koridor 1 yang masih beroperasi hanya menggunakan sebanyak sembilan unit bus dengan tarif Rp4.0000 per orang.

Baca juga: Siap-siap! Semua Jenis Transportasi akan Diberlakukan Syarat Tes PCR, Tarif Turun Rp 300 Ribu

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan, pihaknya bakal melakukan pemulihan kembali operasional Trans Patriot.

"Sambil berjalan kita akan pulihkan, kalau kita nunggu itu kan ya kita rugilah kita punya aset tapi enggak bergerak," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved