Breaking News:

Waspada! Kasus DBD di Jaksel Meningkat, Sebanyak 424 Warga Sudah Terjangkit

Dijelaskan Wali Kota Jaksel itu, Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan masih terus melacak warga yang terjangkit DBD.

Pos Kupang/Eugenius Moa
Ilustrasi pasien DBD - Sejumlah anak pasien DBD dirawat di RSUD TC Hilles Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu (8/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin menyebutkan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya mengalami kenaikan pada 2021.

Sejak Januari hingga November 2021, terdapat 424 warga di Jakarta Selatan yang terjangkit DBD.

Munjirin mengungkapkan, pasien DBD tersebut mulai dari balita hingga dewasa. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail jumlah pasien DBD sepanjang tahun 2020 lalu.

 

Baca juga: Ada 124 Kasus DBD di Tangsel Selama 3 Bulan Terakhir, Stok Trombosit Menipis

Baca juga: 268 Warga di Kabupaten Tangerang Terjangkit DBD, Turun Drastis Dibandingkan sebelum Pandemi

"Memang sedang ada kenaikan. Angkanya belum pasti tahu pasti (pada 2020) nanti mungkin bisa kontak Kasudinkes," ujar Munjirin saat dikonfirmasi, Kamis (11/11/2021).

Dijelaskan Wali Kota Jaksel itu, Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan masih terus melacak warga yang terjangkit DBD.

Baca juga: Waspada Demam Berdarah, Yuk Cek Tips agar Rumah Bebas dari Nyamuk saat Musim Hujan

Baca juga: Penjelasan PLN Bekasi Terkait Hal yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Banjir Agar Tidak Tersetrum

Nantinya, Pemkot Jakarta Selatan bakal melakukan upaya pencegahan dengan penyemprotan dan menggerakkan kembali juru pemantau jentik (jumantik).

"Sekarang sudah level 1 jadi sudah bisa door to door untuk aktif kembali. Kalau kemarin waktu masih level 3  atau 4 kan kita mengandalkan untuk jumantik mandiri," tutur Munjirin.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved