Tersambar Petir, Rumah Warga Pasar Rebo Jakarta Timur Terbakar

Satu rumah warga di Jalan H. Taiman Utara II, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur terbakar karena petir, Jumat (12/11/2021).

TribunJakarta.com/Bima Putra
Banjir yang merendam di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Satu rumah warga di Jalan H. Taiman Utara II, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur terbakar pada Jumat (12/11/2021) sekira pukul 16.35 WIB.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan kebakaran dipicu Sambaran petir saat hujan deras turun.

"Rumah tersambar petir dan menimbulkan penyalaan (api) pada bagian atap rumah. Kemudian dilaporkan ke Damkar," kata Gatot di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (12/11/2021).

Beruntung tidak ada korban akibat sambaran petir dan kebakaran pada atap rumah, warga hanya kesulitan melakukan pemadaman karena titik api berada pada bagian atap.

Sebanyak dua unit mobil pompa berikut 10 personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur dikerahkan ke lokasi guna memadamkan api.

Baca juga: Mobil Marcedez Benz Kebakaran di Rest Area KM 6 Tol Japek: Asap Tiba-tiba Muncul dari Kap Depan

"Kita mulai pemadaman pukul 16.46 WIB, selesai pukul 17.20 WIB. Untuk luas bagian atap rumah yang terbakar sekitar empat meter, api tidak sampai menjalar ke bagian rumah lain," ujarnya.

Sementara total kerugian materil akibat kebakaran diperluas sekitar RT 30 juta.

Gatot menuturkan warga yang hendak melaporkan kebakaran dan permintaan evakuasi bisa menghubungi WhatsApp Damkar Jakarta Timur di nomor​​ +628119197113.

Baca juga: Wagub DKI Bagikan Tips Antisipasi Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Hindari Melakukan Hal Ini

"Bisa juga melapor ke 112, 021​ 8590 4904, atau 021​ 858 2150​ yang semuanya siaga 24 jam. Sekarang kita juga ada aplikasi Go-Damkar yang bisa diunduh gratis di Play Store untuk memudahkan laporan warga," tuturnya.

Banjir yang merendam di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/11/2021)
Banjir yang merendam di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/11/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Sementara itu, Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur terendam banjir berketinggian sekitar 50 sentimeter pada Jumat (12/11/2021) pukul 17.00 WIB.

Satrio, pengemudi sepeda motor yang melintas mengatakan Jalan DI Panjaitan dari arah Cawang menuju Pulogadung terendam banjir imbas hujan deras yang mengguyur.

"Banjir karena saluran air di kiri jalan itu meluap. Ketinggian paling dalam di sisi kiri jalan itu sekitar 50 sentimeter, kalau lajur kanan sekitar 30 sentimeter," kata Satrio di Jakarta Timur, Jumat (12/11/2021).

Baca juga: Hujan Deras Guyur Jakarta Timur, Jalan DI Panjaitan Terendam Banjir 50 Sentimeter

Menurutnya, Jalan DI Panjaitan dari arah Cawang menuju Pulogadung memang kerap terdampak banjir imbas saluran air tidak mampu menampung debit saat hujan deras turun.

Sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat melintas di lajur kiri Jalan DI Panjaitan mogok karena mesin kendaraannya tidak sanggup menerjang banjir, mayoritas jenis matic.

"Jadi macet, karena mobil sama motor cuman bisa lewat jalur Tranjakarta. Macetnya sampai Jalan Mayjen Sutoyo, Sama petugas (Sumber Daya Air) juga diarahkan ke lajur kanan jalan," ujarnya.

Banjir yang merendam di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/11/2021)
Banjir yang merendam di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/11/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Satrio menuturkan banjir tidak hanya terjadi di Jalan DI Panjaitan, tapi juga di Jalan Mayor Jenderal Sutoyo, Kecamatan Kramat Jati dengan ketinggian berkisar 30 sentimeter.

Petugas Sudin Sumber Daya Air (SDA) tampak berupaya mengurai arus lalu lintas di lokasi dan membersihkan sampah yang menyumbat saluran guna mempercepat surutnya air.

"Biasanya banjir di sini surut sekitar setengah jam. Tapi kalau hujan deras terus sampai lama ya bisa naik lagi airnya. Tergantung lama hujan saja sih sebenarnya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved