Breaking News:

Jakarta Dikepung Banjir

Anak Buah Anies Klaim Berhasil Keruk 1,29 Ton Lumpur, Tapi Jakarta Masih Tetap Kebanjiran

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA mengaku sudah berupaya maksimal meminimalisir banjir. Dinas SDA sudah mengeruk 1,29 juta meter kubik lumpur

Facebook Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan momen saat meninjau gerebek lumpur di Kali Krukut, Jakarta Pusat. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA mengaku sudah berupaya maksimal meminimalisir banjir. Dinas SDA sudah mengeruk 1,29 juta meter kubik lumpur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengaku sudah berupaya maksimal meminimalisir banjir.

Dinas SDA pun mengklaim berhasil mengeruk 1,29 juta meter kubik lumpur dari saluran-saluran air.

"Kami menyiapkan infrastruktur kesiapan pengendalian banjir, seperti saluran-saluran. Kami juga melakukan pengerukan untuk menambah kapasitas daya tampungnya," ucap Sekretaris Dinas SDA Dudi Gardesi, Senin (15/11/2021).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, pengerukan lumpur tak hanya dilakukan di sungai, tapi juga di waduk, embung, situ, hingga saluran penghuhung.

Rinciannya, sebanyak 626.546 meter kubik lumpur diangkut dari 32 waduk di ibu kota.

Baca juga: Banjir 2,5 Meter Surut, Permukiman Kebon Pala Tertimbun Lumpur 40 Sentimeter

Kemudian, pengerukan saluran air di 53 kali dan sungai menghasilkan lumpur sebanyak 533.048 meter kubik.

Kemudian, pengerukan di 1.051 saluran penghubung (Phb) berhasil mengeruk lumpur sebanyak 132.477 meter kubik.

"Kemudian kesiapan pompa-pompa pengendali banjir baik yang itu statis maupun yang mobile," ujarnya dalam diskusi virtual.

Kegiatan gerebek lumpur dan sampah di Kali Sunter, depan Rumah Pompa Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Minggu (3/9/2021).
Kegiatan gerebek lumpur dan sampah di Kali Sunter, depan Rumah Pompa Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Minggu (3/9/2021). (ISTIMEWA)

"Jadi, untuk pompa-pompa yang statis selalu kita jaga sehingga mereka tetap berfungsi," sambungnya.

Walau sudah berupaya maksimal mengeruk lumpur nyatanya Jakarta tetap kebanjiran saat mendapat air kiriman dari wilayah hulu.

Bahkan, warga Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur sempat kebanjiran selama tiga hari.

Baca juga: Warga Keluhkan KBT Tampak Kumuh, Gundukan Lumpur sejak Banjir 2020 Tidak Diangkut

Ketinggian air pun bisa mencapai 2 meter hingga 2,5 meter.

Selain itu, beberapa wilayah langganan banjir, seperti di Cililitan dan Cipinang Melayu juga kembali kebanjiran imbas luapan Sungai Ciliwung dan Kali Krukut.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved