Breaking News:

Bikin Kumuh, Warga Cipinang Besar Selatan Minta Gundukan Lumpur di KBT Segera Dikeruk

Warga Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur meminta pemerintah pusat segera mengeruk gundukan lumpur di aliran KBT.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak gundukan lumpur di aliran Kanal Banjir Timur (KBT) wilayah Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (14/11/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur meminta pemerintah pusat segera mengeruk gundukan lumpur di aliran Kanal Banjir Timur (KBT).

Agus (40), warga sekitar meminta gundukan lumpur dengan luas sekitar 100 meter dan lebar enam meter tersebut segera dikeruk agar tidak membuat KBT tampak kumuh.

"Harapannya ya segera dikeruk. Dikembalikan aliran ini ke fungsinya yang semula. Dirawat, ditata, jangan dibiarkan seperti ini terus," kata Agus di Jakarta Timur, Senin (15/11/2021).

Menurutnya dalam beberapa waktu terakhir pemerintah pusat memang mengerahkan dua ekskavator di aliran KBT, tepat pada gundukan lumpur yang kini ditumbuhi rumput.

Tapi hingga kini gundukan yang pada sore hari kerap digunakan anak-anak kecil untuk bermain bola masih ada, kondisinya pun kian buruk karena membuat sampah tersangkut.

Baca juga: Warga Keluhkan KBT Tampak Kumuh, Gundukan Lumpur sejak Banjir 2020 Tidak Diangkut

"Warga sekitar sini sebenarnya enggak keberatan dengan dampak pengerjaan. Kalau cuman mobil bawa lumpur buat becek ya kita enggak terlalu masalah. Biar KBT ini lebih ditata," ujarnya.

Agus menuturkan gundukan lumpur di bagian tengah KBT ini awalnya terbawa dari sejumlah aliran kali yang bermuara ke KBT saat Jakarta dilanda banjir besar tahun 2020 lalu.

Tampak gundukan lumpur di aliran Kanal Banjir Timur (KBT) wilayah Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (14/11/2021)
Tampak gundukan lumpur di aliran Kanal Banjir Timur (KBT) wilayah Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (14/11/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Lantaran terlambat dikeruk, gundukan lumpur itu makin mengeras hingga puncaknya pada pertengahan bulan 2021 saat musim panas dan tinggi muka air di aliran KBT surut.

"Sebenarnya buat warga sekitar KBT enggak gundukan ini enggak merugikan atau bikin banjir. Tapi kan tidak seharusnya seperti itu. Kita maunya KBT ditata, PKL jangan dibiarkan sepanjang jalan juga," tuturnya.

Terpisah, Wakil Camat Jatinegara Endang Kartika mengatakan dua ekskavator yang ditempatkan di aliran KBT wilayah Kelurahan Cipinang Besar Selatan itu milik Kementerian PUPR.

Baca juga: Hari Pahlawan, 3 Anggota PPSU yang Selamatkan Bocah Hanyut di KBT Dapat Penghargaan

Bukan milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) atau Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta karena pengelolaan aliran KBT ditangani Kementerian PUPR melalui BBWSCC.

"Kayaknya (ekskavator untuk) mengeruk. Itu alat dari lementerian PUPR, BBWSCC. KBT kewenangan PUPR," ujar Endang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved