Orangtua Wisatawan Bekasi yang Tenggelam di Pantai Ciatir Sawarna Berharap Ada Keajaiban

"Harapannya, apapun itu saya terima ikhlas, kita tidak bisa kita melawan takdir Allah," ucap Masturi, orang tua korban.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Haji Masturi, ayahanda wisatawan asal Kota Bekasi bernama Dzikri yang tenggelam di Pantai Ciatir Sawarna Banten saat dijumpai di kediamannya, Pondok Gede, Bekasi, Senin (15/11/2021).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Keluarga korban berharap muncul keajaiban pasca-pencarian wisatawan Bekasi bernama Dzikri (21) yang tenggelam di Pantai Ciatir Sawarna Banten dihentikan tim Basarnas.

Hal ini disampaikan orangtua korban, Haji Masturi dijumpai di kediamannya, Jaticempaka, Pondok Gede, Senin (15/11/2021).

"Sampai dengan hari ketujuh tidak membuahkan hasil, akhirnya kita pamit, saya ucapkan terima kasih pada seluruhnya, ya saya pulang ke sini (Bekasi)," ujar Masturi.

Meski pencarian oleh tim SAR Gabung sudah resmi dihentikan, pihaknya hingga kini masih berharap ada keajaiban Dzikri bisa ditemukan dengan kondisi apapun.

Baca juga: Remaja Asal Tasikmalaya Tenggelam Karena Bercanda di Pinggir Sungai, Tak Ada Temannya yang Menolong

"Harapannya, apapun itu saya terima ikhlas, kita tidak bisa kita melawan takdir Allah," ucap Masturi, orang tua korban.

"Yang penting, kita usaha maksimal doa maksimal, hasilnya kita tawakal ya mudah-mudahan ada suatu keajaiban Allah berikan, ya tiba-tiba muncul bisa saja kan yah," sambungnya.

Selama tujuh hari pencarian, tanda-tanda keberadaan Dzikri benar-benar tidak diketahui padahal radius pencariannya sudah cukup jauh.

Baca juga: Panik Ada Tawuran, Pemuda di Bekasi Ini Menceburkan Diri ke Kali hingga Tewas Tenggelam

"Karena belum ada tanda-tandanya, apa misal celananya, atau kaosnya, ini kan enggak, jadi belum ada tanda-tanda yang (ditemukan) dia pakai," jelas dia.

Dikutip TribunBanten.com, upaya pencarian dan penyelamatan wisatawan asal Bekasi, Dzikri (21), yang terseret ombak di Pantai Ciantir Sawarna, berakhir.

Tim SAR Gabungan menghentikan proses itu setelah melakukan pencarian dan penyelamatan selama tujuh hari.

"Itu sudah dengan kesepakatan keluarga korban. Keluarga korban sudah pulang," ujar anggota Humas Basarnas Banten, Wahyu kepada TribunBanten.com saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, pada Minggu (14/11/2021).

Ilustrasi pencarian orang hilang karena tenggelam di laut.
Ilustrasi pencarian orang hilang karena tenggelam di laut. (Dok. Basarnas Provinsi Banten)

Pada hari terakhir proses pencarian dan penyelamatan, kondisi cuaca cerah dengan ketinggian gelombang laut mencapai 0,5 sampai 2,5 meter.

Baca juga: Polisi Kesulitan Cari Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Petinggi BUMN di Jalan Antasari

Selama tujuh hari proses pencarian dan penyelamatan, kata dia, Tim SAR Gabungan sudah melakukan proses pencarian mulai dari Legon Pari menuju Tanjung Citarate, Bayah Tengah, Pulomanuk, Karang Bokor, Goa Langir, Pantai Ciantir, Tanjung Layar dan kembali ke Legon Pari.

"Atas kesepakatan dari keluarga korban maka operasi dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup," ujarnya.

Untuk diketahui, Dzikri dinyatakan hilang pada Minggu (7/11/2021) pukul 06.00, saat tengah bermain di bibir Pantai Ciantir bersama tiga orang temannya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved