Breaking News:

RTH di Jakarta Baru 9 %, Komisi D DPRD DKI Nilai Mustahil Capai 30 Persen

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah buka suara terkait sulitnya menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Ibu Kota.

Pebby Adhe Liana / Tribun Jakarta
Wahana jaring di Taman Puring Jakarta Selatan sore hari ini, Minggu (14/11/2021). Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah buka suara terkait sulitnya menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Ibu Kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah buka suara terkait sulitnya menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Ibu Kota.

Penambahan RTH di Jakarta menjadi sulit lantaran adanya keterbatasan lahan.

Sehingga, pemindahan RTH ke kawasan Puncak memang dimungkinkan lantaran Jakarta dan wilayah penyangganya merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

Senada, Ida mengatakan RTH di daerah penyangga masih dimungkinkan karena ketersediaan lahan yang masih luas.

"Kalau daerah penyangga mungkin masih memungkinkan karena lahannya masih luas Kalau DKI memang kemarin kami meminta kepada dinas dan pemda untuk berkomunikasi kembali dengan pusat, mungkin tidak DKI ini zonasi hijaunya 30%, kan hampir tidak mungkin karena sekarang saja hijau milik Pemda dan kewajiban itu baru sekitar 9,2%," jelasnya, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Kekurangan RTH di Jakarta Dipindah ke Puncak, Wagub DKI: Kita Punya Keterbatasan Lahan

Ia pun menyebut hadirnya 30 persen RTH di DKI adalah hal yang mustahil.

Terlebih saat ini RTH di Jakarta baru mencapai 9 persen.

Padahal, UU Nomor 26/2007 tentang penataan ruang menyebutkan bahwa proporsi RTH kota minimal 30 persen dari total luas wilayah kota.

Artinya DKI masih harus menambah 21 persen RTH dari total luas wilayah atau sekitar 14.000 hektar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved