Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Potensi Penyebaran Covid-19 dari Takziah, Wagub DKI: Biasanya Banyak Kerumunan dan Berdekatan

Pemprov DKI bakal melakukan evaluasi terhadap kegiatan Takziah yang sering menimbulkan kerumunan.

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
FOTO Ilustrasi takziah - Pemprov DKI bakal melakukan evaluasi terhadap kegiatan Takziah yang sering menimbulkan kerumunan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI bakal melakukan evaluasi terhadap kegiatan Takziah yang sering menimbulkan kerumunan.

Menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DKI yang turun menjadi level 1, sejumlah pelonggaran izin pun diberikan termasuk kegiatan Takziah atau pergi melayat ke tempat kerabat, saudara ataupun orang lain yang sedang berduka karena kehilangan anggota keluarga.

Kendati begitu, Pemprov DKI akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan ini karena berpotensi memicu kerumunan.

"Para takziah ini biasanya banyak kerumunan dan berdekatan jalannya. Di suasana seperti itu ternyata dapat menimbulkan penyebaran Covid-19 lebih tinggi, kegiatan ini harus diperhatikan lagi. Kita evaluasi," kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Selasa (16/11/2021).

Meski demikian, Politisi Gerindra ini mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Baca juga: DKI Sumbang Kasus Aktif Tertinggi, Wagub Ariza: Tes PCR Turut Menyasar Masyarakat Sekolah

Hal ini guna mencegah penyebaran kasus aktif di Ibu Kota. Terlebih saat ini DKI masuk dalam posisi pertama penyumbang kasus aktif tertinggi.

"Begitu juga Takziah, ini bagian dari tradisi kita di Indonesia. Kami minta tetap memastikan protokol kesehatan. Kami minta masyarakat untuk lebih hati-hati," tandasnya.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (5/11/2021)
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (5/11/2021) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Sebagai informasi, berdasar data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Senin (15/11/2021) penambahan tertinggi ada di DKI Jakarta sebanyak 36 kasus.

Di mana, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, telah melakukan tes PCR sebanyak 11.736 spesimen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved