Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 DKI Bertambah 130, 61 Di Antaranya Pekerja Migran yang Sedang Karantina

Kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota bertambah, 47 persennya berasal dari pekerja imigran yang tengah menjalani masa karantina. 

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota bertambah, 47 persennya berasal dari pekerja migran yang tengah menjalani masa karantina. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan kasus positif di Ibu Kota bertambah sebanyak 130 kasus.

Dari angka tersebut, 61 kasusnya  atau 47 persennya adalah pekerja migran yang tengah menjalani masa karantina.

"Upaya kekarantinaan kesehatan ini sudah menjadi kebijakan Pemerintah Pusat untuk menangkal sebaran virus dari luar negeri ke wilayah Indonesia. Setiap pelaku perjalanan luar negeri yang hasil tesnya dinyatakan positif COVID-19, dilanjutkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS)."

"Kami di Dinas Kesehatan DKI Jakarta secara aktif melakukan pemeriksaan WGS ini untuk melihat adanya kemungkinan mutasi virus yang berbahaya atau variant of concern (VOC)," jelasnya, Rabu (17/11/2021).

Adapun sebaran kasus positif pada hari ini berdasarkan wilayah, yakni Jakarta Selatan 24 kasus (18,46 persen), Jakarta Utara 13 kasus (10 persen).

Selanjutnya, Jakarta Timur 12 kasus (9,23 persen), Jakarta Barat 11 kasus (8,46 persen), Jakarta Pusat 9 kasus (6,92 persen), dan luar DKI Jakarta atau pekerja imigran 61 kasus (46,92 persen).

Baca juga: Pemerintah Pusat Tetapkan Tangsel PPKM Level 2, Benyamin Siapkan Penerapan Level 1

"Sementara itu, kasus positif berdasarkan kelompok usia, yakni 0-18 tahun sebanyak 6,93 persen, 19-59 tahun sebanyak 110 kasus (84,62 persen), dan 60 tahun ke atas sebanyak 11 kasus (8,46 persen)," jelasnya.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan DKI telah melakukan  pemeriksaan WGS sebanyak 2.245 sampel.

Sebanyak 54,3 persen hasil pemeriksaan WGS adalah mutasi virus yang berbahaya/VOC. 93 persen VOC adalah varian Delta dan subvariannya.

Sementara sisanya adalah varian Alpha, Beta, dan Kappa.

Hasilnya, 28 persen dari jumlah VOC menjangkiti usia di bawah 18 tahun, 62 persen menjangkiti usia 19-59, dan 10 persen pada usia 60 tahun ke atas. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved