Heboh Wayang Kulit Disebut dari Malaysia, Seniman Wayang Nanang Hape Angkat Bicara

Sebagai seorang seniman wayang Indonesia, Nanang Hape, menilai banyak sisi positif yang didapat dari peristiwa tersebut.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Acos Abdul Qodir
Kolase Instagram @adidassg dan @isser.whitey.james
Wayang Kulit yang diklaim dari Malaysia diaplikasikan di sepatu Adidas mengundang kritik netizen Indonesia di Instagram Adidas. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Beberapa hari lalu, sempat heboh brand sepatu ternama Adidas merilis produk terbaru dengan desain bergambar wayang.

Sayangnya, video trailer peluncuran produk tersebut yang diunggah oleh akun instagram resmi Adidas Singapura, mendapat kecaman dari warganet Indonesia.

Sebab, Adidas Singapura mengatakan wayang kulit yang menjadi desain produk baru sepatunya itu merupakan bagian dari budaya Malaysia.

Instagram @adidassg pun dibanjiri komentar netizen Indonesia yang kecewa dengan klaim tersebut.

Menanggapi hal ini, apa kata seniman di Indonesia?

Baca juga: Atta Bantah Gen Halilintar Diusir dari Malaysia, Sebut Keluarganya Sangat Patuh Prokes: Suka Aneh

Sebagai seorang seniman wayang Indonesia, Nanang Hape, menilai banyak sisi positif yang didapat dari peristiwa tersebut.

Salah satunya, terkait kepopularan wayang yang kini kembali menjadi topik hangat pembicaraan masyarakat.

"Kalau kamu protes, berati kamu merasa memiliki. Ya udah, kalau kamu merasa memiliki terhadap hal yang kamu miliki itu, selanjutnya kamu mesti gimana," ujar Nanang kepada  saat ditemui TribunJakaarta.com di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Kamis (18/11/2021).

Seniman sekaligus kurator wayang Nanang Hape di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2021).
Seniman sekaligus kurator wayang Nanang Hape di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2021). (Wartakotalive.com/Ikhwana Mutuah Mico)

Bagi Nanang, protes masyarakat menjadi sebuah tanda bahwa mereka mempunyari rasa memiliki terhadap warisan budaya Indonesia.

Akan tetapi, hal ini juga sekaligus menjadi pengingat tentang apa yang sudah kita lakukan sebagai generasi Indonesi terhadap warisan budaya tersebut.

Pun demikian, dalam menunjukan kecintaan terhadap warisan budaya, bagi Nanang butuh sebuah langkah konkrit.

Langkah tersebut mampu mempertahankan tradisi serta melestarikan nilai budaya supaya tetap dikenal.

"Realnya begitu. Agensinya, Adidas gak paham itu, yowes. Toh mereka sudah minta maaf, begitu minta maaf yasudah. Sisi positifnya, wayang dibicarakan orang," kata dia.

Bahkan, hal ini juga memancing sebuah brand lokal untuk kemudian merilis koleksi terbaru bertema wayang.

Hal ini juga dianggap menjadi pengingat bahwa wayang, masih ada dalam hati dan kehidupan masyarakat Indonesia.

"Wayang bisa menggerakan sektor ekonomi. Maksudku ini konkrit gitu. Artinya wayang masih jadi bagian di kehidupan masyarakat. Berati rasa kepemilikannya ada," tuturnya.

Kronologi Adidas Sebut Wayang Dari Malaysia Hingga Berujung Minta Maaf

Mengutip pemberitaan Kompas.com pada Rabu, (17/11/2021), kronologi tersebut berawal dari Adidas Singapura yang merilis koleksi sepatu UltraBOOST DNA City Pack pada 11 November 2021.
Koleksi sepatu tersebut berkolaborasi dengan sejumlah individu kreatif dari Asia Tenggara.

Namun, salah satu desain sepatu yang dikeluarkan ternyata mengundang kecaman dari sejumlah netizen Indonesia, karena Adidas menyebut wayang kulit berasal dari Malaysia.

Ada 6 video trailer yang diunggah oleh akun resmi Adidas asal Singapura yang menunjukkan desain sepatu yang dikeluarkan Adidas.

Masing-masing dari video itu, menampilkan koleksi sepatu yang terinspirasi dari enam negara asal Asia Tenggara.

Terdiri dari Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Salah satu video menunjukkan sebuah sebuah cuplikan pagelaran wayang kulit beserta koleksi sepatu putih yang dihiasi dengan gambar wayang. Akan tetapi keterangan unggahan itu menuai kontroversi.

"Untuk menghormati tradisi ini, Jaemy Choong, seorang desainer grafis dari Malaysia memadukan unsur Wayang Kulit dengan palet warna yang modern. CITY PACK dari Malaysia ini menghadirkan pendekatan 'old-meets-new'," tulis akun Instagram @adidassg, seperti dikutip dari pemberitan Kompas.com, Rabu (17/11/20201).

Selain itu, ditulis juga bahwa desain tersebut memberi penghormatan untuk wayang kulit, bagian signifikan dari identitas dan warisan budaya Malaysia dengan meleburkan elemen-elemen wayang kulit dengan palet warna modern, dalam sebuah pendekatan 'lawas-ketemu-baru' dalam UltraBoost DNA.

Hal ini pun langsung mendapat banyak komentar dari netizen Indonesia.

Namun, tidak lama setelah diserbu warganet, Adidas Singapura langsung memberikan klarifikasi dan juga mengganti caption instagram yang mengundang kontroversi tersebut.

"Kami dengan tulus memohon maaf atas kesalahan yang tidak disengaja yang mungkin telah terjadi dan sekarang telah mengubah unggahan kami. Untuk menghindari kesalahpahaman, baik merek maupun artis tidak berniat mengklaim kesenian budaya dari Indonesia," demikian klarifikasi dari @adidassg.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved