Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Klaster PTMT Meningkat, Wali Kota Depok Hentikan Belajar Tatap Muka

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menghentikan kegiatan penyelenggaraan PTMT imbas dari meningkatnya jumlah kasus Covid-19 pada klaster sekolah.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Wali Kota Depok Mohammad Idris menghadiri penutupan operasional Wisma Makara UI sebagai lokasi karantina mandiri pasien Covid-19 kategori ringan, Selasa (19/10/2021). Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menghentikan kegiatan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) imbas dari meningkatnya jumlah kasus Covid-19 pada klaster sekolah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menghentikan kegiatan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) imbas dari meningkatnya jumlah kasus Covid-19 pada klaster sekolah.

Keputusan ini tertuang dalam surat edaran nomor 8.02/648/SATGAS/2021, yang berisi tentang penghentian sementara secara terbatas pada penyelenggaraan PTMT.

Dalam surat tersebut, Idris mengatakan pihaknya menilai penting untuk dilakukan penghentian sementara secara terbatas pada setiap satuan pendidikan.

“Dalam rangka mengendalikan peningkatan kasus Covid-19 pada klaster PTMT, perlu segera melakukan penghentian sementara secara terbatas pada penyelenggaraan PTMT. Selama kegiatan penghentian sementara tersebut setiap Satuan Pendidikan segera melakukan pengecekan kembali penyelenggaraan seluruh protokol kesehatan PTMT,” kata Idris dalam surat edaran tersebut, Kamis (18/11/2021).

Lanjut Idris, kegiatan belajar seluruh siswa di Kecamatan Pancoran Mas, kembali dilakukan secara daring.

“Menghentikan sementara penyelenggaraan PTMT dan kembali melakukan proses belajar dari rumah (BDR) atau daring, pada seluruh Satuan Pendidikan yang berada di Wilayah Kecamatan Pancoran Mas,” bebernya.

Baca juga: Paud di Tangerang Gagal PTM karena Gedung Disegel, Diduga Tak Beri Upeti ke Oknum RW:Murid Terlantar

“Waktu pelaksanaan mulai tanggal 19 November sampai dengan 29 November 2021,” sambungnya lagi.

Idris meminta Dinas Pendidikan Kota Depok dan seluruh satuan pendidikan untuk segera melakukan konsolidasi.

Baca juga: Jakarta Berstatus PPKM Level 1, Sebanyak 10.429 Sekolah di DKI Telah Gelar PTM Terbatas

“Dinas Pendidikan Kota Depok dan seluruh satuan pendidikan untuk segera melakukan konsolidasi pelaksanaan dan pengawasan dalam implementasi surat edaran ini, serta melaporkan kepada Wali Kota Depok,” pungkasnya.

Petugas kesehatan menggelar swab massal terhadap siswa dan guru di SMPN 2 Depok pasca-ditemukan siswa terpapar Covid-19.
Petugas kesehatan menggelar swab massal terhadap siswa dan guru di SMPN 2 Depok pasca-ditemukan siswa terpapar Covid-19. (Istimewa)
Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved