Breaking News:

Puluhan Sekolah di Jakarta Selatan Rusak, 15 Sekolah Harus Direnovasi Total

Sebanyak 35 sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK di Jakarta Selatan mengalami kerusakan pada 2021.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Ilustrasi sekolah rusak - Sebanyak 35 sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK di Jakarta Selatan mengalami kerusakan pada 2021. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Sebanyak 35 sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK di Jakarta Selatan mengalami kerusakan pada 2021.

Sekolah-sekolah yang rusak tersebut dinaungi Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan wilayah 2 yang membawahi enam kecamatan, yaitu Setiabudi, Pancoran, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Tebet, dan Kebayoran Baru.

Kepala Sudin Pendidikan Jakarta Selatan wilayah 2 Abd Rachem mengatakan, 15 dari 35 sekolah mengalami kerusakan pada struktur bangunan sehingga harus direnovasi total.

Sedangkan, 20 sekolah lainnya mengalami kerusakan di bagian atap, lantai, dan dinding dan memerlukan renovasi berat.

"Kalau sudah (kerusakan) struktur bangunan, harus (renovasi) total," kata Rachem saat dikonfirmasi, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: PPKM Level 1 di DKI Jakarta, Aturan Jam Pelajaran di Sekolah Berubah, Simak Rinciannya

Rachem merincikan, 15 sekolah yang rusak dan telah direkomendasikan untuk renovasi total meliputi 7 SD, 6 SMP, serta masing-masing 1 SMA dan SMK.

Ia menjelaskan, anggaran untuk merenovasi total sekolah-sekolah tersebut berasal dari Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

"Renovasi total keseluruhan itu anggaran ada di Dinas, pelaksanaannya juga di Dinas. Tapi kalau renovasi berat itu adanya di Sudin, seperti mengganti atap, dinding, dan lantai," ujar dia.

Kasudin Pendidikan Jakarta Selatan 2 Abdul Rachem saat ditemui di posko PPDB di SMAN 70 Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021).
Kasudin Pendidikan Jakarta Selatan 2 Abdul Rachem saat ditemui di posko PPDB di SMAN 70 Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Meski diajukan untuk direnovasi total tahun ini, perbaikan 15 sekolah itu harus tertunda karena anggaran dialihkan untuk penaganan Covid-19.

"Harusnya 2022 (renovasi total). Tahun ini kan refocusing karena ada Covid-19," tutur Rachem.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved