Breaking News:

Tingkatkan Kualitas UMKM Kulit Garut, APPMI dan Kadin Kerjasama dengan Akademi di Italia

Kadin dan APPMI bekerjasama dengan Akademi Koefia di Roma, Italia untuk meningkatkan kualitas industri kulit Garut.

Editor: Elga H Putra
ISTIMEWA
Kadin dan APPMI bekerjasama dengan Akademi Koefia di Roma, Italia untuk meningkatkan kualitas industri kulit Garut. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Meningkatkan kualitas industri kulit Garut, Kamar Dagang dan Industri Indonesii (Kadin) dan Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bekerjasama dengan Akademi Koefia di Roma, Italia.

Diketahui, indutri kulit di Garut sudah berkembang sejak zaman Kolonial Belanda sehingga menjadi salah satu ciri khas dan sumber ekonomi masyarakat setempat.

Industri kulit dari Garut juga sudah terkenal di Mancanegara karena memiliki kualitas vang prima.

Namun terkait dengan tren mode dan teknologi pengolahan serta finishing produk, maših kalah dibanding sejumlah negara lain.

Untuk itu, Kadin dan APPMI merasa perlu menjalani kerjasama dengan pihak Italia untuk meningkatkan kualitas industri dalam negeri, dalam hal ini kulit Garut.

Baca juga: Ingat Kasus Viral Pasutri di Gowa Dipukul Satpol PP? Kini Berstatus Tersangka karena Bohong Hamil

"Upaya peningkatan kualitas dilakukan dengan cara pembaharuan mesin produksi, kerjasama terkait teknologi finishing produk, serta asesoris kerajinan kulit yang berkualitas sehingga produk bernilai jual lebih tinggi," papar Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono, Sabtu (20/11/2021).

Dia menjelaskan, Kadin and APPMI juga menujuk Alessio Specolizzi sebagai Duta Promosi Produk Indonesia.

"Hal ini diharapkan menjadi harapan baru untuk tumbuh dan diminatinya sektor usaha kecil menengah Indonesia bagi kaum muda di Italia," kata Poppy.

Kadin dan APPMI bekerjasama dengan Akademi Koefia di Roma, Italia untuk meningkatkan kualitas industri kulit Garut. (ISTIMEWA)
Kadin dan APPMI bekerjasama dengan Akademi Koefia di Roma, Italia untuk meningkatkan kualitas industri kulit Garut. (ISTIMEWA) (ISTIMEWA)

Untuk itu, lanjut Poppy, Kadin dan APPMI turut juga mengajak pemerintah mulai dari Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Parekraf untuk berkolaborasi guna mewujudkan industr kulit Garut menjadi kalah satu pusat industri kulit di Asia Tenggara.

"Indonesia memiliki lebih dari 65 juta UMKM, dimana 64 persen pelaku UMKM adalah perempuan yang berkontribusi 61 persen terhadap perekonomian nasional," ujar Poppy.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved