Breaking News:

Minimalisir Kasus Kekerasan, KPAD Kota Bekasi Lakukan Asesmen Sekolah Laik Anak

KPAD Kota Bekasi melakukan asesmen atau penilaian sekolah laik anak, program tersebut dilakukan untuk penguatan implementasi Kota Laik Anak (KLA).

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kegiatan asesmen KPAD Kota Bekasi ke sejumlah sekolah dalam rangka program sekolah laik anak, Senin (22/11/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi melakukan asesmen atau penilaian sekolah laik anak, program tersebut dilakukan untuk penguatan implementasi Kota Laik Anak (KLA).

"Keterkaitan dengan sekolah laik anak pertama kita ingin betul-betul menjadi Kota Bekasi sebagai kota yang laik anak," kata Ketua KPAD Kota Bekasi Aris Setiawan, Selasa (22/11/2021).

Aris mengatakan, progran sekolah laik anak hadir untuk menciptakan lingkungan pendidikan sebagai rumah kedua bagi anak.

"Sehingga ketika sekolah sudah bisa mewujudkan, bisa merepresentasikan keamanan dan kenyamanan anak saya pikir persoalan kekerasan anak bisa diminimalisir," ucapnya.

Dalam asesmen sekolah laik anak, terdapat indikator penilaian yang dirumuskan KPAD Kota Bekasi diantaranya kebijakan sekolah.

Baca juga: Akhir Kisah Kakak Beradik Bocah SD Gantian Sepatu Saat Sekolah dan Makan Mi Sepiring Berdua

Kemudian perhatian dari sekolah baik itu tenaga pendidik, staf dan lingkungan mengedepankan pengawasan yang intensif kepada anak.

"Kedua adalah materi pembelajaran atau kurikulum khususnya dalam penyampaiannya benar-benar mengedepankan perspektif anak," ucapnya.

Kegiatan asesmen KPAD Kota Bekasi ke sejumlah sekolah dalam rangka program sekolah laik anak, Senin (22/11/2021).
Kegiatan asesmen KPAD Kota Bekasi ke sejumlah sekolah dalam rangka program sekolah laik anak, Senin (22/11/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Lalu yang ketiga, sarana dan prasarana yang sesuai dan aman untuk anak seperti toilet terpisah, tangga, fasilitas cuci tangan dan sebagainya.

"Lalu yang terakhir adalah peran partispasi dari siswa lalu guru konseling, orangtua kemudian juga lingkungan terhadap perlindungan anak di sebuah sekolah," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved