Breaking News:

Cerita Kriminal

Nenek 70 Tahun Jadi Korban Mafia Tanah, Sidang Dakwaannya di Pengadilan Negeri Depok Ditunda

Yosi Rosada harus berurusan dengan hukum dan tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Depok, setelah ditetapkan sebagai terdakwa.

Tribunnews.com
Ilustrasi Persidangan. Yosi Rosada harus berurusan dengan hukum dan tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Depok, setelah ditetapkan sebagai terdakwa. 

Kepemilikan tanah itu diakui punya Yosi oleh Pemerintah Desa Cimanggis.

"Sedangkan data SHM 4.477 milik saudara YD tidak diakui dan tidak tercatat di Pemerintah Desa Cimanggis," ungkap dia.

Lanjut Yosi, pada tahun 2020, YD membuat laporan terhadap dirinya dengan Nomor 1344/0/YAN.2./2020/SPKT PMJ dengan alas lapor miliknya.

Baca juga: Puluhan Pelayat Iringi Pemakaman Legenda Bulutangkis Indonesia Verawaty Fajrin di TPU Tanah Kasir

Padahal SHM 4.477 tersebut sudah dinyatakan cacat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum sejak tahun 2018 dalam putusan perkara perdara Nomor 287/p-dt.G/2017/Cbn, di Pengadilan Negeri Cibinong.

Kasus ini juga telah inkrah dan peninjauan kembali (PK).

Namun demikian, lanjut Yosi, aparat tetap memproses laporan tersebut tanpa memperhatikan keaslian SHM 4.477 meter tersebut.

Sementara kuasa hukum Yosi, Haris, membeberkan fakta hukum hukum keanehan SHM 4.477 meter tanah milik YD.

Menurut dia, saudara YD mengaku membeli SHM 4.477 meter tanah dari saudara BI di tahun 2008.

Padahal saudara BI sudah meninggal tahun 1978.

"Jadi tidak mungkin arwah BI hadir akad jual beli dengan saudara YD," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved