Breaking News:

Belum Punya Solusi Masalah Warga Ciracas Buang Tinja ke Saluran Air, Pemkot Jaktim Pakai Cara Ini

Sekretaris Kota Jakarta Timur Fredy Setiawan mengatakan, upaya sementara untuk menangani masalah tersebut adalah dengan membuat septic tank komunal

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos aka Abdul Qodir
Istimewa
Tampak permukiman warga Kelurahan Rambutan yang membuang limbah tinjan ke saluran Kali Cipinang, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (22/11/2021).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Pemkot Jakarta Timur belum mempunyai solusi pasti atas masalah kebiasaan ratusan warganya yang masih membuang limbah tinja ke saluran air di Kali Cipinang meski hal itu terjadi bertahun-tahun dan disorot publik.

Pemkot Jaktim masih mencari solusi untuk menangani masalah tersebut.

Sekretaris Kota Jakarta Timur Fredy Setiawan mengatakan, upaya sementara untuk menangani masalah tersebut adalah dengan membuat septic tank komunal bagi warga ekonomi tidak mampu.

Cara ini sudah dilakukan dari beberapa tahun lalu dengan melibatkan donatur dan dianggap efektif mengurangi jumlah warga yang belum memiliki septic tank di rumahnya.

"Nanti semua stakeholder dilibatkan, tidak hanya Sudin Kesehatan saja, tapi juga kita bisa bermitra dengan pihak ketiga," kata Fredy saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Mau Tahun 2022, Masih Ada 406 Warga Ciracas Buang Tinja ke Kali Cipinang

Septic tank komunal tersebut dibangun dekat rumah warga yang memiliki sisa lahan, pembangunannya diperuntukkan untuk sekitar lima KK ekonomi tidak mampu.

Sementara bagi KK ekonomi mampu yang masih membuang limbah tinja ke saluran air, Pemkot Jakarta Timur meminta agar mereka segera membangun septic tank di rumahnya.

Cara ini pun sudah dilakukan dengan mengirimkan surat teguran, bila masih membuang limbah tinja maka saluran pembuangan dari kamar mandi rumahnya akan ditutup.

Baca juga: Miris! Ratusan Warga DKI Masih Buang Tinja ke Kali, Wagub Ariza: Yang Mampu Membantu

"Ini perlu semua peran masyarakat, kan ada RT/RW, Dasawisma. Nanti melalui Camat dan Lurah juga disosialisasikan ke warga. Ada yang namanya sanitasi berbasis masyarakat," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved