Kapolres Jakarta Pusat Wanti-wanti LSM Jika Temukan Pelanggaran: Jangan Main Viralkan

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengimbau kepada LSM bila menemukan pelanggaran terhadap instansinya melaporkan ke Propam Polri.

Dok Polisi
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi, saat penyerahan piagam kepada relawan vaksinasi Covid-19, Jumat (20/8/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengimbau kepada LSM apabila menemukan pelanggaran terhadap instansinya, sebaiknya melaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Hengki memberi pesan agar jangan melakukan pemerasan disertai ancaman terhadap anggota Polri.

Hal itu diungkapkan Hengki usai merilis kasus penangkapan Ketua LSM DPP Tamperak, Kepas Panagean Pangaribuan pada Senin (22/11/2021).

"Kalau merasa ada dugaan pelanggaran etika profesi, silahkan lapor ke propam. Jangan mengancam diviralkan sehingga mengganggu kehormatan khususnya Polri," katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban pemerasan LSM untuk segera melaporkan ke kantor polisi.

Baca juga: Jambret Liontin Emas Milik Bocah 6 Tahun di Ciracas Jaktim Masih Buron

"Apakah nanti TKP-nya nanti mungkin bukan di Jakarta Pusat, kami akan informasikan ke wilayah hukum instansi yang bersangkutan," tambahnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Jakarta Pusat membekuk Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tamperak (Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi), Kepas Panagean Pangaribuan atas kasus pemerasan terhadap anggota polri.

Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menggiring Ketua LSM Tamperak (Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi), Kepas Panagean Pangaribuan, usai ditangkap di kantornya di Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, Senin (22/11/2021), atas sangkaan melakukan pemerasan terhadap anggota Polri, Satgas Anti-Begal.
Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menggiring Ketua LSM Tamperak (Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi), Kepas Panagean Pangaribuan, usai ditangkap di kantornya di Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, Senin (22/11/2021), atas sangkaan melakukan pemerasan terhadap anggota Polri, Satgas Anti-Begal. (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Polisi menangkap tersangka di kantor Sekretariat Tamperak Jalan Palem V, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan pada Senin (22/11/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan Kepas memeras anggota polisi dengan uang yang jumlah fantastis.

"Awalnya meminta Rp 2,5 miliar kemudian turun menjadi Rp 250 juta," ujar Hengki kepada awak media saat rilis tersebut di Mapolres Metro Jakarta Pusat pada Senin (22/11/2021).

Baca juga: Peras Satgas Anti-Begal sampai Rp 250 Juta, Ketua LSM Tamperak Ditangkap di Kantornya

Hengki mengatakan penangkapan itu berawal saat Kepas melakukan pemerasan uang terhadap anggota polisi yang tergabung ke dalam Satgas Begal.

Satgas Begal diketahui berhasil menangkap kelima pelaku begal yang menewaskan Karyawati Basarnas di Kemayoran.

Keempat pelaku kemudian dimasukkan ke panti rehabilitasi lantaran ketahuan positif narkotika.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved