Kapolres Jakarta Pusat Wanti-wanti LSM Jika Temukan Pelanggaran: Jangan Main Viralkan

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengimbau kepada LSM bila menemukan pelanggaran terhadap instansinya melaporkan ke Propam Polri.

Dok Polisi
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi, saat penyerahan piagam kepada relawan vaksinasi Covid-19, Jumat (20/8/2021) 

Kepas lalu mulai melakukan pemerasan disertai ancaman terhadap anggota satgas usai memasukkan keempat tersangka ke panti rehabilitasi.

Baca juga: Pemuda di Bekasi Duel Lawan Begal Bersajam, Motor Selamat Tapi Kena Bacok dan Tak Langsung Ditolong

Sebab, ia menduga polisi meminta kepada keluarga keempat tersangka masing-masing Rp 10 juta.

"Tersangka menganggap itu melanggar SOP dan terus dilakukan penekanan membawa nama petinggi negara, TNI maupun Polri dengan tujuan memperoleh sejumlah uang," jelasnya.

Bahkan, tersangka sempat mengancam tindakan para anggota polisi itu untuk diviralkan lantaran tidak sesuai SOP.

Setelah bernegoisasi dengan anggota, Kepas yang tadinya memeras uang Rp 2,5 miliar akhirnya meminta Rp 250 juta.

Anggota telah memberikan uang Rp 50 juta. Hari ini, rencananya Kepas akan meminta sisa Rp 200 juta. Bila tidak dipenuhi, maka ia akan memviralkan.

Kepas pun kemudian ditangkap oleh anggota Satreskrim Polres Jakarta Pusat.

Hengki menegaskan bahwa anggota yang tergabung ke dalam Satgas Begal tidak terbukti melakukan pemerasan.

"Anggota kami sudah diperiksa oleh propam dan ternyata tidak ada suap menyuap itu," katanya.

Kepas dijerat dengan pasal 368 dan 369 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 4 UU ITE ancaman lima sampai enam tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved