Breaking News:

Masih Ada Ratusan Warga Buang Tinja ke Kali, Wagub DKI Ingatkan Gotong Royong Bangun Septik Tank

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga saling Gotong Royong untuk mengatasi masalah sanitasi lingkungan.

TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Septic tank komunal yang akan dibangun di Gang Sekretaris I RT 15 RW 07, Tanjung Duren Utara. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga saling gotong royong untuk mengatasi masalah sanitasi lingkungan. 

"Tinggal 406 keluarga dari sebelumnya 1.200. Pembangunan septic tank masih berlangsung, diprakarsai pak Camat dan bantuan dana kemanusiaan donatur," kata Abdul di Jakarta Timur, Senin (22/11/2021).

Tampak permukiman warga Kelurahan Rambutan yang membuang limbah tinjan ke saluran Kali Cipinang, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (22/11/2021). 
Tampak permukiman warga Kelurahan Rambutan yang membuang limbah tinja ke saluran Kali Cipinang, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (22/11/2021).  (Istimewa)

Jumlah 406 KK itu terdiri dari warga ekonomi tidak mampu yang tidak memiliki uang membangun septic tank, dan warga mampu tapi tidak membangun karena malas dan tidak peduli.

Ketua Tim kreatif Kecamatan Ciracas Sugiman menuturkan upaya yang dilakukan agar warga ekonomi membangun septic tank dilakukan dengan memberi teguran dan sanksi.

Teguran berupa surat dilayangkan masing-masing Lurah, bila tidak digubris maka dikenakan sanksi berupa penutupan saluran air di rumahnya agar tidak membuang tinja sembarang.

"Nanti ada Satpol PP, Babinsa, Binmas Pol mengecek ke lapangan. Itu sangat efektif banget suratnya (teguran), karena baru keluar suratnya mereka langsung membuat," ujar Sugiman.

Sementara bagi warga ekonomi tidak mampu, Sugiman menyebut pihak Kecamatan Ciracas bekerja sama dengan sejumlah donatur dalam membangun septik tank komunal.

Septik tank komunal ini dibangun untuk maksimal lima KK, tujuannya mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah tinja yang dibuang ke saluran air dan kali.

"Setelah diskusi dengan Puskesmas Kecamatan akhirnya membuat 10 unit. Dalam satu putaran dan tersebar di 5 Kecamatan. Jadi setiap kelurahan ada dua unit yang dibangun," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved