Breaking News:

Selama Pandemi Covid-19, KlikA2C Catat Peningkatan Pencairan Pinjaman Hingga 8 Kali Lipat

KlikA2C mencatat peningkatan pencairan pinjaman hingga 8 kali lipat selama pandemi Covid-19.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
KlikA2C, penyelenggara fintech P2P lending yang telah merubah namanya dari KlikACC, mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan hingga 8 kali lipat sepanjang 2019 - 2021, Selasa (23/11/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau fintech peer to peer (P2P) lending KlikACC yang kini berubah nama menjadi KlikA2C.

KlikA2C mencatat peningkatan pencairan pinjaman hingga 8 kali lipat ditengah pandemi Covid-19.

KlikA2C layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang berfokus pada pembiayaan sektor produktif UMKM, membukukan peningkatan pencairan pinjaman sebesar 8 kali lipat sepanjang 2 tahun terakhir.

Di antaranya pada periode Januari-September 2019 hingga Januari-September 2021 dengan kualitas kredit yang terjaga yakni TKB90 mencapai 99,54%.

"Capaian positif ini menghantarkan perusahaan untuk berhasil membukukan pertumbuhan bisnis yang positif, yakni rata-rata pertumbuhan setiap kuartal sebesar 11% selama 10 kuartal terakhir," kata Chief Executive Officer (CEO) KlikA2C, Djoemingin Budiono, Selasa (23/11/2021).

Dalam konferensi persnya, ia mengumumkan pergantian nama KlikACC menjadi KlikA2C

Perubahan nama ini, dijelaskan sesuai dengan filosofi KlikA2C yakni hanya tinggal klik untuk memperoleh access to credit, sehingga memperluas jangkauan perusahaan untuk memberikan akses kredit produktif UMKM.

Baca juga: Jeratan Utang Pinjol Rp 90 Juta Buat Hendrik Frustasi Nekat Duduk di Jendela Lantai 3 Ruko

"Fokus KlikA2C yakni untuk memperluas jangkauan pembiayaan ke UMKM, dimana 60% penduduk Indonesia belum memiliki akses keuangan. KlikA2C merangkul mitra dari berbagai sektor bidang usaha untuk bersama memajukan akses keuangan para pelaku UMKM," kata Djoemingin.

Ia merincikan, sebanyak Rp 529,87 Miliar total pinjaman yang disalurkan kepada 3.014 peminjam atau borrower dan outstanding pinjaman Rp 86,65 miliar sejak berdirinya perusahaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved