Breaking News:

Marak Pinjaman Online Ilegal, Pemerintah Harus Bangkitkan Lagi KSP

Pemerintah diharapkan bisa membangkitkan kembali Koperasi Simpan Pinjam (KSP) mengingat maraknya masalah yang muncul dari pinjaman online ilegal.

Editor: Wahyu Septiana
TribunBali.com
Ilustrasi Pinjaman Online - Pemerintah diharapkan bisa membangkitkan kembali Koperasi Simpan Pinjam (KSP) mengingat maraknya masalah yang muncul dari pinjaman online ilegal. 

“Tentunya koperasi yang menguntungkan bagi anggotanya dan berdampak luas bagi masyarakat. Tidak semata-mata koperasi yang membuat proposal lalu dan meminta suntikan dana,” ujarnya.

Ia tak menyangkal, ada beberapa pengurus koperasi yang nakal dan merugikan anggota koperasi.

Tapi, jika ada koperasi yang berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan anggota dan nasabah, seperti yang terjadi dengan KSP Indosurya, pemerintah pun seharusnya mendukung penyelesaian masalah sesuai putusan dari pengadilan.

“Kalau niatnya untuk mengembalikan, sih saya kira baik, ya, dan perlu diapresiasi. Meski niat ini tetap harus dibuktikan dengan kongkrit,” ucapnya.

Baca juga: Frustrasi Terlilit Utang Pinjol Rp 90 Juta, Hendrik Nyaris Terjun Bebas dari Lantai 3 Ruko

Menanggapi adanya pihak yang mencoba mengganggu homologasi yang dilakukan KSP Indosurya, Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop-UKM Ahmad Zabadi mengatakan, dirinya berharrap tidak ada yang mengganggu upaya itu.

"Pemenuhan kewajiban memang perlu dimpelementasi sesuai keputusan itu, tentunya kita berharap tidak ada pihak-pihak yang mengggangu atau menggagalkan Homologasi. Namun, KSP Indosurya juga harus menunjukkan keseriusannya dengan kemudian melaksanakan pembayaran secara transparan, terbuka kepada seluruh anggota sehingga semua anggota dapat gambaran jelas dan baik," ujarnya.

Ia menekankan, pengurus harus aktif memberikan kebaruan informasi yang menegaskan kepercayaan anggota.

"Penting untuk koperasi dan juga anggota memberikan informasi sejelas-jelasnya demi membangun komunikasi yang baik dan transparan. Jadi semua percaya proses Homologasi diimplementasi, dan tidak ada muncul kesan hanya buying time (mengundur-undur waktu)," ujarnya.

Jumlah Terbanyak

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto mengakui, Indonesia sejatinya adalah pemilik jumlah koperasi terbanyak di dunia. Jumlahnya pernah mencapai 212. 339 koperasi pada tahun 2015.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved