Breaking News:

Pakai Baju Tahanan dan Tangan Diborgol, 3 Tersangka Tipikor PT BPRS Resmi Ditahan Jaksa

Kejari Bangka Barat (Babar) telah resmi menahan tiga tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (PT BPRS).

Editor: Wahyu Septiana
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
Tiga tersangka kasus Tipikor PT. BPRS saat digelandang keluar kantor Kejari Bangka Barat, Rabu (24/11/2021). Kejari Bangka Barat (Babar) telah resmi menahan tiga tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (PT BPRS). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar) telah resmi menahan tiga tersangka kasus tindak pidana korupsi ( Tipikor) PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (PT BPRS) Cabang Muntok.

Ketiga tersangka itu adalah IF, JR dan RS.

Mereka keluar dari Kantor Kejari Bangka Barat, dengan mengenakan rompi merah bertuliskan tahanan kejaksaan dalam kondisi tangan diborgol.

Tiga tersangka masing-masing inisial IF, JR dan RS setelah keluar dari Kantor Kejari Bangka Barat, langsung mengenakan rompi merah bertuliskan tahanan kejaksaan dalam kondisi tangan diborgol. 

Ketiganya pun langsung digelandang menuju tahanan Polres Bangka Barat dan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pangkalpinang.

Diketahui IF yang merupakan staff legal dan remedial, JR staff legal dan RS yang merupakan mantan Kabag marketing.

Baca juga: Distamhut DKI Jakarta Terseret Dugaan Korupsi Mafia Tanah Pembebasan Lahan di Cipayung

Mereka ditetapkan sebagai tersangka pada Februari 2021 lalu.

Namun sebelumnya diketahui terdapat dua nama lain dilingkup PT BPRS Muntok, yang bahkan sudah berstatus sebagai terpidana.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Ilustrasi)

Keduanya yakni Kurniatya Hanom yang merupakan mantan Kepala Cabang PT BPRS Cabang Muntok yang telah divonis enam tahun dan Metaliyana Kabag Operasional PT BPRS yang divonis empat tahun penjara.

Sementara tiga tersangka yang ditahan, diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP), dalam kegiatan-kegiatan fasilitasi pinjaman modal kepada nelayan dan pembiayaan fiktif yang melanggar prinsip kehati-hatian. Akibat perbuatan tersangka, diduga negara mengalami kerugian hingga Rp5,6 Miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved