Breaking News:

Cerita Kriminal

Pelaku Tawuran di Tebet Beli Online Celurit 2 Meter, Polisi Gencarkan Patroli Siber

Dalam peristiwa tawuran itu, seorang pemuda berinisial AK (22) tewas terkena sabetan senjata tajam di bagian bokong hingga mengalami pendarahan.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yurikho saat diwawancarai terkait vaksinasi Covid-19 untuk para tahanan, Senin (23/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Pelaku tawuran di Jalan Manggis 1, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan membeli senjata tajam secara online.

Dalam peristiwa tawuran itu, seorang pemuda berinisial AK (22) tewas terkena sabetan senjata tajam di bagian bokong hingga mengalami pendarahan.

"(Beli senjata tajam) online, situsnya sudah dihapus. Nanti kita cari, seperti biasa kita telusuri," kata Kapolsek Tebet, Kompol Alexander Yurikho Hadi saat dikonfirmasi, Rabu (24/11/2021).

Salah satu senjata tajam yang dibeli secara online yaitu berupa celurit dengan panjang sekitar dua meter. Pelaku membeli celurit itu seharga Rp 420 ribu.

"Yang panjang itu Rp 420 ribu. Itu punya pribadi dan memang untuk melukai," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta itu.

Polisi pun bakal menggencarkan patroli di lapangan dan patroli siber untuk mencegah pelaku tawuran mendapatkan senjata tajam.

"Kita akan patroli siber, berusaha supaya calon pelaku tawuran ini tidak mendapatkan bahan baku. Paling tidak kita bisa mencegah jangan sampai tawuran," tutur Alexander.

Baca juga: Cegah Tawuran hingga Begal, Polres Jaksel Gelar Operasi Senjata Tajam Berskala Besar

Tawuran di Jalan Manggis 1, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan terjadi pada Sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kasus ini bermula ketika kelompok yang mengatasnamakan Raya Bogor terlibat tawuran di wilayah Jakarta Timur, sepekan sebelum peristiwa yang menewaskan AK.

Saat tawuran itu, kelompok Raya Bogor mendengar kabar bahwa pihak lawan dibantu oleh kelompok dari Manggarai.

"Sehingga di Jumat malam Sabtu itu mereka mutar-mutar nggak karuan di Manggarai. Lagi ada orang nongkrong-nongkrong dibabat sama dia. Ya bisa dibilang korban salah sasaran," ungkap Alexander.

"Jangankan pelaku sama korban, pelaku dengan pelaku lainnya saja nggak kenal kok," tambahnya.

Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya menangkap 10 orang pelaku yang rata-rata masih berusia 18-21 tahun.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved