Breaking News:

Pembebasan Tanah Warga untuk Proyek Normalisasi Kali Sunter Belum Beres

Pembebasan bidang tanah warga di RW 03 dan RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur untuk proyek normalisasi Kali Sunter masih berproses.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Proses gerebek lumpur di aliran Kali Sunter wilayah RW 10 dan RW 12 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (24/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Pembebasan bidang tanah warga di RW 03 dan RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur untuk proyek normalisasi Kali Sunter masih berproses.

Lurah Cipinang Melayu Aroyantoro hingga kini sebanyak 34 bidang tanah di RW 04 sudah dibebaskan atau mendapat pembayaran ganti rugi dari Dinas Sumber Daya Air Jakarta.

"Ada 34 dari total 42 bidang tanah yang telah dibebaskan di RW 04," kata Aroyantoro di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (24/11/2021).

Sementara untuk jumlah bidang tanah di RW 03 yang terdampak proyek normalisasi belum final karena dalam proses pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Timur.

Bila bidang tanahnya terdampak proyek normalisasi, mereka diminta menyerahkan dokumen kepemilikan untuk selanjutnya diproses hingga mendapat ganti rugi dari Dinas SDA DKI Jakarta.

Baca juga: 30 Petugas Gabungan Dikerahkan Gerebek Lumpur Kali Sunter

"Jumlah bidang tanah yang dibebaskan di RW 03 masih proses pengukuran. Pengumpulan berkas, penghitungan ulang luasan, masih berproses," ujarnya.

Dalam proyek normalisasi Kali Sunter Dinas SDA DKI Jakarta berperan membebaskan bidang tanah warga, sementara Kementerian PUPR bertugas mengerjakan normalisasi.

Proses gerebek lumpur di aliran Kali Sunter wilayah RW 10 dan RW 12 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (24/11/2021).
Proses gerebek lumpur di aliran Kali Sunter wilayah RW 10 dan RW 12 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (24/11/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Proyek normalisasi Kali Sunter di Kelurahan Cipinang Melayu sebelumnya terhenti pada tahun 2014, baru pada tahun 2020 Pemprov DKI Jakarta melanjutkan proses pembebasan lahan.

Baca juga: Pascabanjir di Cipinang Melayu, Petugas UPK Badan Air Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Sunter

Terhentinya proyek normalisasi Kali Sunter ini mengakibatkan permukiman warga RW 03 dan RW 04 hingga kini kerap terdampak banjir, ketinggiannya bahkan pernah mencapai tiga meter.

"Minimal dengan adanya normalisasi, kalau pun (debit air Kali Sunter) nanti melampaui batas masih bisa dipompa istilahnya. Tapi minimal kalau hujan kecil enggak banjir wilayah kita. Di luar hujan ekstrem seperti ini," tutur Ketua RW 04 Irwan Kurniadi, Jumat (19/2/2021).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved