Breaking News:

UMK Bekasi 2022

Ada Dua Usulan UMK 2022 di Kota Bekasi, Begini Penjelasan Kadisnaker

Dinamika usulan kenaikan UMK di Kota Bekasi terjadi cukup pelik, terdapat dua usulan rekomendasi yang diajukan ke Provinsi Jawa Barat.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kepala Disnaker Kota Bekasi Ika Indahyarti di kantor Disnaker Kota Bekasi Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kamis (25/11/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinamika usulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Kota Bekasi terjadi cukup pelik, terdapat dua usulan rekomendasi yang diajukan ke Provinsi Jawa Barat.

Sebagai informasi, UMK 2022 sebelumnya diusulkan naik sebesar 0,71 persen atau Rp33.000 menjadi Rp4.815.935 per bulan.

Lalu hari ini, Kamis (25/11/2021), serikat pekerja menggelar unjuk rasa di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi dan mendesak dikeluarkannya surat rekomendasi baru.

Hasilnya, Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat berisi rekomendasi UMK 2022 versi serikat pekerja dengan nilai kenaikan sebesar 7,85 persen menjadi Rp5.158.396 per bulan.

Kedua surat rekomendasi tersebut sama-sama sudah dikirim ke Provinsi Jawa Barat untuk dijadikan bahan pertimbangan Gubernur menetapkan UMK 2022.

Baca juga: Usulan Kenaikan UMK 2022 Kota Bekasi Versi Buruh Sebesar 7,85 Persen, Kok Bisa?

Kepala Disnaker Kota Bekasi Ika Indahyarti mengatakan, usulan UMK 2022 versi buruh merupakan bentuk aspirasi yang coba difasilitasi Pemkot Bekasi.

"Mereka betul-betul meminta kepada wali kota untuk mengantarkan aspirasi serikat kepada gubernur bahwa mereka keinginannya 7,85 itu," kata Ika, Kamis (25/11/2021).

Massa aksi unjuk rasa buruh di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu (10/11/2021).
Massa aksi unjuk rasa buruh di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Rabu (10/11/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Ika memastikan, kehadiran surat rekomendasi UMK 2022 versi buruh tidak serta merta mengugurkan usulan sebelumnya sebesar 0,71 persen.

Sebab, angka 0,71 persen merupakan hasil rapat pleno Dewan Pengupahan Kota (Depeko) secara sah dan memenuhi unsur sidang yang berlangsung pada, Jumat (19/11/2021) lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved