Breaking News:

DPRD DKI Beri Usulan Sulap Bantar Gebang Jadi Lapangan Golf, Ini Penjelasannya

DPRD DKI Jakarta beri usulan untuk sulap tumpukan sampah di TPST Bantargebang jadi lapangan golf.

TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Sejumlah ekskavator di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - DPRD DKI Jakarta beri usulan untuk sulap tumpukan sampah di TPST Bantargebang jadi lapangan golf.

Tumpukan sampah di Bantargebang yang kian menggunung mendapat perhatian dari dewan Kebon Sirih.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, mengatakan, pembuangan sampah di TPST Bantar Gebang bisa saja disulap menjadi lapangan golf.

Berkaca dari Negeri Ginseng, Korea Selatan, lapangan golf ini menjadi rekomendasi untuk mengurai tumpukan sampah di Bantargebang.

"Jadi gini di Korea pembuangan sampah seluas 500 hektare itu yang sudah sangat numpuk disulap jadi lapangan golf. Dan tidak mahal tidak sulit, menurut Korea," jelasnya, Kamis (25/11/2021).

Menurut Politikus PDIP itu, gunungan sampah di Banatargebang sudah terlalu banyak.

Mustahil jika sampah tersebut diolah terus-menerus karena akan sangat lama.

Baca juga: Mahalnya Ongkos Pembiayaan Formula E, 1 Hari 25 Juta Dolar

Berkaca dari Korea Selatan, solusinya adalah lapangan golf.

"Jadi kita maksudnya kan ini ada pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) untuk pengelolaan sampah di sana sehari 2 ton, itu 1 ton sampah baru, 1 ton sampah lama. Pertanyannya sudah ada berapa puluh juta ton di sana? Tidak mungkin untuk habis segera. Solusinya adalah menghabiskan tidak mungkinlah, terlalu mustahil kita mampu menghabiskan sampah di sana. Jadi harus cari solusi. Apa solusinya? lapangan golf, bisa buat PAD," lanjutnya.

Bila dikelola dengan benar, tentunya lapangan golf tidak akan bau.

Sehingga usulan ini pun perlu dikaji dan diskusikan kembali lantaran memerlukan waktu yang panjang.

"Saya belum tahu lapangan golf mahal murah, saya enggak ngerti. Prinsipnya kalau saya gimana caranya sampah ini bisa terselesaikan dengan tinggi 50 meter ini."

"Waktu kemarin rapat kerja saya sampaikan akhirnya salah satunya rekomendasi itu, biar nanti dilihat dulu biar dinasnya mendalami itu seperti apa. Kan tahun depan masih bisa dianggarkan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved